jpnn.com, JAKARTA - Sebuah karangan bunga berukuran sekitar 5x2 meter terpampang di depan Gedung Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jakarta, Senin (19/10).
Karangan bunga muncul, menyusul langkah KPU Ogan Ilir mendiskualifikasi Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak sebagai pasangan calon kepala daerah pada Pilkada Ogan Ilir 2020.
BACA JUGA: KPU Ogan Ilir Diskulifikasi Paslon Ilyas-Endang, Pengamat: Sarat Kepentingan
"Turut berduka cita atas matinya demokrasi akibat keputusan Bawaslu & KPUD Kab. Ogan Ilir.” Demikian tulisan yang dimuat pada karangan bunga tersebut.
Pada bagian bawah tertera pihak yang menyatakan duka cita, mengatasamakan 'Aliansi Masyarakat Kabupaten Ogan Ilir.
BACA JUGA: Harus Ada Aturan Diskualifikasi Cakada Pelanggar Protokol Kesehatan
KPUD Ogan Ilir diketahui memang telah mendiskualifikasi Panji Alam-Endang PU Ishak sebagai peserta Pilkada 2020.
Diskualifikasi dilakukan setelah KPU mendapat rekomendasi dari Bawaslu Ogan Ilir.
BACA JUGA: Lihat, Sudah Ada Aksi Minta MK Diskualifikasi Jokowi â Maâruf
Mendapati hal tersebut, Ilyas-Endang memilih menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA).
"Kami menempuh langkah hukum dengan melayangkan gugatan kepada Mahkamah Agung. Sebab, Ilyas merasa diberlakukan tidak adil, baik oleh KPUD maupun Bawaslu Ogan Ilir," ujar Ilyas Panji Alam dalam siaran persnya, Sabtu (17/10).
Langkah lain, pasangan petahana ini juga berencana melaporkan seluruh anggota KPU dan Bawaslu Ogan Ilir ke sidang etik DKPP.(gir/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Redaktur & Reporter : Ken Girsang