Iman, Aman dan Imun jadi Vaksin Covid-19

Selasa, 06 Oktober 2020 – 20:35 WIB
Suasana talk show di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta. Foto: diambil dari covid19goid

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Sub Bidang Mitigasi Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Brigjen (Purn) Drs. Irwan Amrun, M.Psi mengatakan 'vaksin' yang paling murah dan bisa dilakukan masyarakat ialah iman, aman, dan imun.

Irwan menjelaskan, iman artinya masyarakat harus meyakini pandemi Covid-19 ini semuanya atas izin dari Tuhan.

BACA JUGA: Satgas Covid-19 Sebut Penurunan Kasus Corona Tergantung Kedisiplinan Bersama

Setelah itu aman, kata Irwan, dengan menerapkan 3M di rumah, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

Kemudian imun, yang berarti masyarakat harus hidup sehat dengan melakukan olahraga minimal 30 menit per hari, berjemur, mengonsumsi makanan sehat, dan tidur cukup antara 6 jam - 8 jam per hari.

BACA JUGA: Pakai Masker yang Tiga Lapis, Kalau Satu Perlindungannya Kurang

BACA JUGA: Dokter Reisa Ungkap Kabar Baik Terkait Kasus Kesembuhan Covid-19

Irwan mengungkap hal tersebut dalam talk show 'Sanksi Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19 dan Antisipasi Klaster Demo' di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Selasa (6/10) siang.

Irwan juga sempat mengungkap bahwa penegakan hukum yang dilakukan pemerintah, TNI, Polri, dan Satpol PP guna menekan penyebaran Covid-19 membutuhkan modal cukup besar.

Begitu juga dengan pengadaan vaksin yang sedang diupayakan pemerintah.

“Vaksin itu mahal. Penegakan hukum juga mahal. Yang paling efektif adalah melakukan vaksin perubahan perilaku dengan wajib iman, aman, dan imun,” kata pensiunan perwira tinggi bintang satu TNI AD.

Selain wajib iman, aman, dan imun, Irwan membeberkan rencana ke depan yang dilakukan Tim Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 guna menekan angka Covid-19 dengan membentuk Kelompok Penggerak Kemajuan yang disingkat Porak.

Porak ini, kata Irwan, melibatkan tokoh masyarakat setingkat RT dan RW serta tokoh masyarakat yang bekerja sama dengan satuan tugas daerah dengan petugas kesehatan setempat.

Nantinya Tim Porak ini yang bergerak di depan dalam membentuk pola komunikasi dalam pencegahan penekanan Covid-19 di daerah setempat.

“Pola yang dibangun itu dari bawah ke atas. Sehingga kalau yang menegurnya itu tokoh masyarakat setempat jauh lebih efektif,” ujarnya. (stpc19/ahm/ddl/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler