Imbas Lonjakan Beban HGBT, Laba Bersih PGN Tergerus Rp 1,4 Triliun

Minggu, 03 September 2023 – 15:06 WIB
Perusahaan Gas Negara (PGN). Foto dok PGN

jpnn.com, JAKARTA - Laba bersih PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terpangkas 39 persen atau sekitar USD 93 juta (Rp 1,4 triliun kurs Rp 15.192 per USD) menjadi USD145,323.

Periode sama tahun lalu anak usaha Pertamina ini meraih laba bersih sebesar USD242,96 juta.

BACA JUGA: Begini Keunggulan Beton SIG Penopang Konstruksi LRT Jabodebek

Berdasarkan laporan keuangan PGN di laman idx.co.id, jatuhnya laba PGN merupakan imbas dari lonjakan beban bisnis.

Laporan keuangan PGN untuk kinerja setengah tahun 2023 mencatat beban pokok pendapatan meningkat hampir 8% menjadi USD1,41 miliar dibandingkan USD1,31 miliar.

BACA JUGA: Dampak Pembangunan Jaringan Gas, PGN Solution Terus Perbaiki Utilitas Warga

Lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatan yang sebesar 2,5% sebesar USD1,78 miliar pada pertengahan tahun ini dibandingkan USD1,74 miliar pada pertengahan tahun lalu.

Penurunan laba bersih tersebut membuat laba bersih per saham dasar PGN turun dari USD0,010 pada semester I 2022 menjadi USD0,006 per saham pada pertengahan 2023.

BACA JUGA: Acara KTT Asean di TMII Gunakan Kendaraan Listrik, Ketua YLKI Acungi Jempol

Penderitaan PGN semakin dalam akibat program harga gas bumi tertentu yang dialokasikan kepada 7 sektor industri.

Dalam catatan 36d laporan keuangan semester I, PGN mencatat peningkatan biaya provisi untuk penyesuaian harga pembelian gas bumi tertentu (HGBT) menjadi sebesar USD208,225 juta.

Melonjak 20% dibandingkan USD172,910 juta pada semester I 2022.

Dalam penjelasannya, provisi ini akan dicadangkan secara berkala berdasarkan estimasi seiring dengan penambahan unutilised gas volume, yaitu gas yang dibeli oleh Grup dari pemasok gas dengan menggunakan harga khusus yang telah ditentukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk pelanggan tertentu tetapi disalurkan kepada pelanggan-pelanggan yang tidak mendapatkan alokasi dan harga khusus.

Meningkatnya segala beban tersebut tidak mampu tertutupi meski PGN mencatatkan kenaikan pendapatan keuangan sebesar USD36,732 juta dibandingkan USD9,745 juta dan laba selisih kurs stabil mencapai USD21,369 juta.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler