Imbas Penyelundupan Harley Davidson Via Garuda, Giliran Roy Suryo yang Usil

Senin, 09 Desember 2019 – 06:00 WIB
Garuda Indonesia dan BMW. Foto: BMW

jpnn.com, JAKARTA - Politikus Demokrat Roy Suryo melihat hal janggal dalam iklan Garuda Indonesia Safety yang baru dirilis pada Juli 2019. Sebab, dalam iklan peraga itu terpampang merek dua mobil dan satu motor mewah di dalamnya.

Roy Suryo yang merasa selaku pelanggan Garuda ini mengaku risih, dan menduga ada sesuatu di balik pembuatan video Garuda Indonesia Safety yang baru itu. Bagaimana tidak? Dari total video berdurasi 4 menit 30 detik terasa ada yang janggal. 

BACA JUGA: Ada Iklan Terselubung di Garuda Indonesia? Roy Suryo Punya Saran untuk Erick Thohir

"Meski secara objektif saya mengapresiasi kreativitas untuk menampilkan beberapa destinasi wisata di Indonesia, Gunung Bromo, Jatiluwih, Tana Toraja, Sumba dan Raja Ampat. Namun sangat terasa ada iklan terselubung dua mobil dan satu motor di dalamnya," kata Roy dalam keterangan yang diterima, Minggu (8/12).

"Lebih 50 detik alias selama semenit lebih ditampilkan mobil Mini Cooper tipe Clubman yang digunakan sebagai peraga sabuk pengaman yang terasa sebenarnya agak dipaksakan," tambah Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu.

BACA JUGA: Ketua MPR Minta Erick Thohir Memidana Eks Dirut Garuda Ari Askhara

Sesudah itu, kata politikus asal Yogyakarta tersebut, tampil juga motor BMW dan mobil Renault Twizy di adegan-adegan berikutnya yang sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan flight safety demo. 

"Apalagi belakangan kami mengetahui semua bahwa di balik iklan terselubung ini ada keterkaitannya antara salah satu dari 22 penumpang Pesawat Airbus A330-900 Neo yang bermasalah kemarin," jelas Roy. 

BACA JUGA: Gara-Gara Harley Davidson Tersempil, Bisnis Garuda Dikorek-korek

Jika merujuk pada pernyataan Roy, maka satu dari 22 penumpang di pesawat Garuda yang berkasus itu, kemungkinan diduga ialah petinggi dari Nusantara Group, yang dikenal memiliki bisnis otomotif dengan semua merek yang ada di dalam iklan.

Menurut Roy, momentum ini harusnya sudah menjadi ajang bersih-bersih di Garuda.

"Saya menyarankan kepada Menteri Perhubungan Bapak Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Bapak Erick Thohir untuk juga menertibkan video tersebut dan kalau perlu perlu menggantinya karena ada iklan terselubung dimaksud," tegas dia. (tan/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler