Imbas Tragedi Kanjuruhan, Ketua Pengusaha Jatim Minta Kapolda Irjen Pol Nico Afinta Dicopot

Minggu, 02 Oktober 2022 – 13:37 WIB
Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional Jawa Timur H. Mohammad Supriyadi. Foto: Istimewa for JPNN.

jpnn.com - Tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timu,r saat ini tengah menjadi sorotan dari semua pihak.

Sorotan juga datang dari Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional Jawa Timur, H. Mohammad Supriyadi.

BACA JUGA: Ratusan Aremania Tewas saat Tragedi Kanjuruhan, Irjen Nico: Suporter Anarkistis

Dia mengatakan turut berdukacita atas meninggalnya 129 Aremania seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Supriyadi dengan tegas meminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mencopot langsung Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta karena telah lalai dalam melaksanakan tugas sebagai kepolisian.

BACA JUGA: Ratusan Aremania Tewas, Media Asing Beramai-ramai Wartakan Tragedi Kanjuruhan

"Saya minta pak Kapolri copot langsung Kapolda Jatim dan Kapolres Malang atas tragedi Kanjuruhan ini karena telah lalai dalam penanganan laga tersebut. Ini merupakan peristiwa mematikan kedua di Dunia," katanya, Minggu (2/10/2022).

Dirinya juga menyesalkan adanya pihak kepolisian yang membawa gas air mata serta mobil pengamanan yang dimasukkan ke dalam Stadion Kanjuruham.

BACA JUGA: Arema vs Persebaya: 3 Dampak Serius Setelah Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Padahal, dalam aturan FIFA terkait pengamanan dan keamanan stadion, penggunaan gas air mata tidak diperbolehkan. Hal itu tertulis pada pasal 19 b soal pengamanan di pinggir lapangan.

"Sudah jelas-jelas dalam aturan FIFA tidak boleh ada gas air mata dan senjata api di stadion saat pengamanan," jelasnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi menyampaikan dukacita atas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 129 orang. Jokowi meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan investigasi.

"Khusus pada Kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini," kata Jokowi dalam jumpa pers, Minggu (2/10/2022).

Jokowi juga memerintahkan Menpora serta Ketum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait tragedi ini. Dia mengatakan pelaksanaan hingga prosedur penanganan harus dievaluasi.

Atas hal itu, Jokowi meminta Liga 1 dihentikan sementara.

"Saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan," katanya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam jumpa pers mengatakan dari 127 orang yang meninggal dunia tersebut, dua di antaranya merupakan anggota Polri.

"Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polri," kata Nico.

Lebih lanjut, Nico menjelaskan sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Menurutnya, hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut.

Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

"Ada 180 orang yang masih dalam perawatan. Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan," tambahnya.

Sesungguhnya, lanjut Nico, pertandingan di Stadion Kanjuruhan tersebut berjalan dengan lancar. Namun, setelah permainan berakhir, sejumlah oknum Aremania merasa kecewa dan beberapa di antara mereka turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.

Menurutnya, penembakan gas air mata tersebut dilakukan karena para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen," katanya.(jpnn)


Redaktur & Reporter : Dhiya Muhammad El-Labib

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler