Imbauan Kemendikbudristek soal DUDI kepada Kepala SMK hingga Para Orang Tua 

Sabtu, 04 Februari 2023 – 21:43 WIB
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Sesditjen Diksi) Kemendibudristek Saryadi. Foto Humas Kemendikbudristek

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Sesditjen Diksi) Kemendibudristek Saryadi menyampaikan program SMK Pusat Keunggulan (PK), kemitraan dengan DUDI wajib dilakukan.

Ini untuk menyelaraskan kebijakan pendidikan vokasi yang praktiknya sejalan dengan kebutuhan industri.

BACA JUGA: Pupuk Kaltim Raih DUDI Awards 2021 dari Kemendikbudristek

“Peserta didik memiliki kedekatan dengan DUDI sebagai upaya untuk memastikan kompetensi mereka sesuai dengan kebutuhan DUDI. Inilah keunikan pendidikan vokasi yang tidak dijumpai pada model pendidikan lain,” paparnya, Sabtu (4/2).

Menurut Sesditjen Diksi, kesiapan dan kematangan kompetensi lulusan SMK yang ditempa lewat berbagai aktivitas pembelajaran mulai dari pembelajaran berbasis proyek (project based learning) maupun teaching factory (Tefa), akan menjadi bekal yang mendukung para lulusan untuk bekerja maupun berwirausaha. 

BACA JUGA: Pendapatan Lulusan SMK dari Kudus Ini Menyaingi Pekerja Bertitel Sarjana

"Melalui Skema Pemadanan Dukungan (matching fund) kami mewajibkan agar kolaborasi antara SMK dan DUDI menghasilkan dukungan berupa aspek pengembangan Tefa yang terintegrasi mekanisme pembelajaran yang mencakup kurilulum yang disusun bersama dengan DUDI, pengadaan sarana dan prasarana, serta pelibatan guru tamu,” urai Sesditjen Diksi. 

Selain itu, kata Saryadi, Kemendikbduristek juga mendukung pengembangan kewirausahaan di SMK guna mencetak wirausahawan muda melalui program Sekolah Pencetak Wirausaha.

BACA JUGA: Kemendikbudristek: Membanggakan, 7 Film Indonesia Tampil di Festival Rotterdam 2023 

Harapannya, kedekatan SMK dengan DUDI menjadi ekosistem yang saling mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia. 

Kemendikbudristek terus mendorong agar kemitraan antara SMK dengan DUDI terus ditingkatkan. 

"Kami mengajak seluruh jajaran pimpinan SMK, wakasek, ketua jurusan, dan para guru untuk bersama-sama mengembangkan kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran untuk memastikan lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” imbau Saryadi. 

Kepala SMK PGRI 1 Mejayan, Kabupaten Madiun Jawa Timur Sampun Hadam, menyadari perlunya menjalin hubungan baik dengan DUDI, apalagi ketika SMK dihadapkan untuk menciptakan produk yang murah, cepat, dan berkualitas. 

“Berkualitas di sini artinya kami harus memastikan peserta didik kami berkompeten untuk menghasilkan produk yang berkualitas,” jelasnya. 

Pelibatan dengan DUDI ia lakukan, bahkan sejak pendaftaran calon peserta didik baru. Proses seleksi peserta didik baru dilakukan SMK PGRI 1 Mejayan bersama-sama dengan PT Industri Kereta Api (INKA).

Dengan begitu, sejak awal, kedua belah pihak tahu persis kualifikasi peserta didik yang dibutuhkan dan nantinya akan dibina di SMK.

Selain itu, PT INKA juga terlibat dalam melakukan asesmen dan mengevaluasi produk yang dihasilkan kelas 10 dan 11 setiap empat bulan sekali. 

“Oleh karenanya, ketika sekolah kami mendapat pesanan produk tertentu, semua produk yang dihasilkan siswa kami tidak ada yang cacat (reject),” ujarnya membagi praktik baik kolaborasi dengan mitra industri.

Begitu pula ujar Sampun Hadam, kerja sama dengan UMKM yang dinila sama pentingnya dalam rangka pemulihan perekonomian bangsa, tidak semata berorientasi pada kapitalisme.

Dia mengajak pimpinan SMK untuk senantiasa membangun kedisiplinan, komunikasi, dan kompetensi agar tetap selaras dengan prinsip yang dijunjung pendidikan vokasi. (esy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler