Implementasi Learning Organization dalam Pemeringkatan Perguruan Tinggi

Oleh: Endang Pitaloka, Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pembangunan Jaya

Selasa, 19 September 2023 – 18:39 WIB
Learning organization merupakan faktor penting bagi keberhasilan dan daya saing perguruan tinggi di Indonesia. Foto: ilustrasi/dokumentasi Universitas Pembangunan Jaya

jpnn.com, JAKARTA - Universitas di Indonesia menghadapi banyak tantangan untuk menjadi perguruan tinggi kelas dunia.

Tantangan utama adalah kurangnya sumber daya.

BACA JUGA: Sistem Pemeringkatan Universitas: Sebuah Alat atau Tujuan?

Sumber daya ini dapat mencakup keuangan, infrastruktur dan sarana prasarana, teknologi yang tidak memadai, lingkungan pembelajaran yang kondusif, dan lainnya.

Hal ini mempengaruhi performa dan kemampuan perguruan tinggi dalam beradaptasi, berinovasi, dan meningkatkan daya saing di tingkat internasional.

BACA JUGA: Strategi Pemimpin Menghadapi Persaingan Melalui Penciptaan Budaya Organisasi Pembelajar

Sebagai institusi pendidikan, sudah tepat jika perguruan tinggi menerapkan learning organization (organisasi pembelajaran).

Learning organization mendorong perolehan, penciptaan, penyebaran, dan pemanfaatan pengetahuan, memungkinkan perguruan tinggi untuk secara efektif merespons perubahan dan meraih peringkat perguruan tinggi dalam lingkup internasional.

Ketika semakin bersaing dalam lingkungan global, maka perguruan tinggi harus membandingkan diri mereka dengan lainnya di lingkup internasional.

Pemeringkatan internasional adalah alat komunikasi penting yang memungkinkan perbandingan perguruan tinggi menurut kombinasi parameter yang berbeda, dengan bobot yang tepat.

Tujuan dari pemeringkatan adalah untuk memungkinkan pihak eksternal memiliki informasi akurat dalam membandingkan satu perguruan tinggi dengan perguruan tinggi lainnya.

Pemeringkatan dimaksudkan sebagai penyederhanaan dalam memberikan informasi dan petunjuk yang mudah dipahami kepada anggota masyarakat.

Hal ini juga dapat berdampak pada identitas yang dilihat oleh perguruan tinggi itu sendiri, karena mereka harus menghadapi tekanan dari luar.

Hal ini dapat mempengaruhi univeristas sedemikian rupa sehingga perguruan tinggi mengubah orientasi mereka dalam upaya untuk mengoptimalkan kriteria peringkat.

Perubahan tersebut tidak langsung membuat pengajaran atau penelitian berkualitas lebih baik.

Diperlukan investasi dan dana yang sangat besar untuk membangun suatu sistem standar kualitas yang sejalan dengan lembaga pemeringkatan, penelitian untuk menghasilkan output yang spektakuler, juga untuk menata kembali seluruh sumber daya yang dimiliki, termasuk sumber daya manusia.

Diperlukan dana besar untuk mengirimkan mahasiswa atau sekadar melakukan pertukaran pelajar agar mahasiswa memiliki pengalaman akademik di lingkup internasional.

Hal lain yang perlu diketahui oleh pimpinan dan pembuat kebijakan perguruan tinggi adalah terdapat banyak metode dan lembaga pemeringkatan perguruan tinggi.

Jika dibandingkan satu sama lain belum tentu memberikan hasil yamg sama.

Setiap pemeringkatan bersifat kontroversial, dan tidak ada pemeringkatan yang benar-benar objektif.

Antarinstitusi atau lembaga pemeringkat dapat berbeda posisinya tergantung pada apakah pemeringkatan memprioritaskan bibliometrik, reputasi, atau beberapa jenis indikator lain dalam metodenya.

Pemahaman yang cermat tentang berbagai metode peringkat sangat penting sebelum analisis, interpretasi, dan penggunaan hasil peringkat.

Berdasarkan pemeringkatan dari QS world university rankings edisi ke-20 terdapat 5 perguruan tinggi Indonesia yang masuk top 500.

Kelima perguruan tinggi tersebut, yakni Universitas Indonesia (237), Universitas Gajah Mada (263), Institut Teknologi Bandung (281), Universitas Airlangga (345), dan Institut Pertanian Bogor (489).

Kelimanya merupakan perguruan tinggi negeri (PTN) yang memang sudah sangat mapan dan unggul di Indonesia.

Adapun perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia yang masuk QS world university rankings adalah Universitas Bina Nusantara (BINUS) pada peringkat 1001 - 1200.

Beberapa PTS lain yang juga masuk di QS ranking menduduki peringkat di atas 1400.

Secara kelembagaan PTN dan PTS di atas memang sudah sangat berkembang dan besar.

Mereka juga terus melakukan pembelajaran berkelanjutan untuk menjadi yang perguruan tinggi terbaik.

Salah satu faktor kunci adalah dengan menerapkan learning organization.

Implementasi learning organization pada suatu perguruan tinggi dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap peringkat, meskipun tidak menjadi penentu peringkat secara langsung.

Learning organization merupakan faktor penting bagi keberhasilan dan daya saing perguruan tinggi di Indonesia.

Penerapan learning organization di perguruan tinggi akan melibatkan penciptaan budaya pembelajaran berkelanjutan, kemampuan beradaptasi, dan inovasi di kalangan dosen, staf, dan mahasiswa.

Hal ini dapat meningkatkan kemampuan perguruan tinggi dalam merespons tantangan, menyambut perubahan, dan meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.

Melalui investasi pada learning organization, universitas di Indonesia dapat memposisikan diri sebagai pusat keunggulan dan berkontribusi signifikan terhadap pemeringkatan perguruan tinggi.

Learning organization dapat berkontribusi untuk meningkatkan reputasi akademik dengan menumbuhkan budaya inovasi, kolaborasi, dan keunggulan dalam pengajaran dan penelitian.

Pemeringkatan perguruan tinggi biasanya didasarkan pada berbagai faktor dan kriteria, antara lain termasuk hasil penelitian, reputasi akademik, kualifikasi fakultas, rasio mahasiswa-fakultas, keragaman internasional, dan sumber daya keuangan.

Menerapkan learning organization dapat meningkatkan beberapa aspek operasional dan reputasi perguruan tinggi, pengaruhnya terhadap pemeringkatan memiliki banyak dampak diantaranya adalah:

1. Reputasi Akademik

Perguruan tinggi yang berhasil memupuk budaya pembelajaran berkelanjutan, inovasi, dan keunggulan akademik kemungkinan besar akan meningkatkan reputasi akademisnya seiring berjalannya waktu.

Peningkatan reputasi ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi pemeringkatan, karena survei terhadap pakar akademis dan pendapat lembaga sejenis sering digunakan dalam metodologi pemeringkatan.

2. Hasil Penelitian

Praktik learning organization cenderung mendorong penelitian dan inovasi, sehingga menghasilkan peningkatan hasil penelitian, publikasi, dan kutipan.

Penelitian berkualitas tinggi merupakan faktor kunci dalam banyak sistem pemeringkatan perguruan tinggi, dan peningkatan produktivitas penelitian dapat berdampak positif terhadap peringkat perguruan tinggi.

3. Pengembangan Fakultas

Learning organization juga fokus pada pengembangan profesional dan pembelajaran berkelanjutan bagi fakultas dapat menghasilkan kualitas pengajaran yang lebih tinggi dan hasil mahasiswa yang lebih baik yang dapat berkontribusi pada reputasi dan peringkat perguruan tinggi secara keseluruhan.

4. Pengalaman Siswa

Menerapkan learning organization maka perguruan tinggi memprioritaskan pengalaman belajar dan keberhasilan mahasiswa.

Kepuasan mahasiswa yang lebih tinggi, tingkat kelulusan, dan kelayakan kerja lulusan secara tidak langsung dapat meningkatkan reputasi dan peringkat perguruan tinggi.

5. Inovasi dan Kemampuan Beradaptasi

Perguruan tinggi yang menganut pendekatan learnig organization umumnya lebih siap untuk beradaptasi terhadap perubahan lanskap pendidikan dan merespons tren yang muncul.

Kemampuan beradaptasi ini dapat membantu perguruan tinggi tetap kompetitif dan relevan, yang dapat mempengaruhi peringkat mereka.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun pengembangan learning organization dapat memberikan dampak positif pada berbagai aspek operasional dan reputasi perguruan tinggi, pemeringkatan ditentukan oleh serangkaian kriteria yang kompleks, dan faktor-faktor lain mungkin memainkan peran yang lebih signifikan.

Selain itu, organisasi pemeringkatan yang berbeda menggunakan metodologi yang berbeda, dan bobot yang diberikan pada setiap kriteria dapat sangat bervariasi.

Hubungan antara learning organization dan peringkat perguruan tinggi merupakan hubungan yang kompleks dan memiliki banyak aspek.

Learning organization dapat meningkatkan berbagai faktor yang berkontribusi terhadap kinerja dan reputasi perguruan tinggi, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi peringkatnya dalam sistem pemeringkatan tertentu.

Konsep pemeringkatan internasional idealnya mengintegrasikan faktor-faktor di berbagai tingkatan, yaitu kekuatan kompetitif dan kelembagaan dalam konteks global dan nasional, tujuan organisasi dan pengaruh faktor internal.

Namun pada praktiknya banyak perguruan tinggi yang mengejar pemeringkatan internasional sebagai alat untuk prestise.

Hal ini harus diupayakan terutama karena potensinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan efektivitas organisasi secara keseluruhan, bukan sebagai sarana langsung untuk meningkatkan peringkat.

Semoga universias-perguruan tinggi di Indonesia yang sedang berjuang untuk memperoleh top 100 peringkat dunia bukan hanya mengejar prestise, tetapi juga mengedepankan peningkatan kinerja di seluruh aspek pendidikan. (***)


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler