Impor Kurma Meningkat 106 Persen

Minggu, 17 Maret 2019 – 01:30 WIB
Pedagang kurma. Foto: Andy Satria/Radar Surabaya/JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Data Badan Pusat Statistik Jawa Timur (BPS Jatim) menunjukkan impor kurma mulai meningkat menjelang Ramadan.

Sepanjang Februari 2019, impor kurma mencpai USD 2,34 juta. Jumlah itu meningkat jika dibandingkan Januari 2019 yang sebesar USD 1,13 juta.

BACA JUGA: Ketahui 5 Manfaat Buah Kurma

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jatim Satriyo Wibowo mengatakan, impor kurma sudah mulai masuk sejak Januari.

Meski belum terlalu besar, kenaikannya mulai terlihat hingga 106 persen dari Januari ke Februari.

BACA JUGA: Benarkah Sari Kurma Bisa Menyembuhkan Demam Berdarah?

Jumlah itu masih kemungkinan besar bertambah lagi pada Maret karena awal Mei sudah masuk Ramadan.

“Sudah terlihat akan ada terus peningkatan mendekati bulan Ramadan nanti,” ujar Satriyo di Surabaya, Jumat (15/3).

BACA JUGA: Bahlil: Prabowo Bisa Sulitkan Orang Buka Puasa dengan Kurma

Satriyo menyebutkan, impor kurma biasanya masuk dari Mesir, Tunisia, dan negara Timur Tengah lain.

“Namun, nilai pastinya tiap negara berapa belum tahu,” kata Satriyo.

Di sisi lain, impor buah-buahan, misalnya, jeruk mandarin dan apel dari Tiongkok mulai menurun.

 Satriyo menuturkan, impor jeruk mandarin turun hingga 74 persen.

“Mungkin turun di Januari itu karena mau Imlek jadi turun dari USD 28,98 juta menjadi USD 7,33 juta,” tutur Satriyo. (cin/nur)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hati - Hati Beli Kurma dengan Kemasan yang Sudah Rusak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler