Inacor: Ayo Semangat Pak Yasonna, Berantas Pungli, Suap dan Korupsi

Kamis, 09 Juli 2020 – 23:59 WIB
Yasonna Laoly. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia Against Corruption (Inacor) mengapresiasi kinerja Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly dalam menegakkan supremasi hukum selama dua periode jabatan membantu Presiden Joko Widodo.

Meski demikian, Kepala Divisi Investigasi Informasi Inacor Hamzah Zim menilai, ada pekerjaan rumah yang perlu menjadi perhatian utama Yasonna.

BACA JUGA: Yasonna Yakini Maria Lumowa Merasa Tertekan

Hasil investigasi Inacor menemukan sejumlah kasus pungutan liar, suap dan korupsi diduga masih terjadi di beberapa lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan.

"Kami melihat beberapa kasus dugaan pungli, korupsi dan pidana lain terjadi di lapas dan rutan yang menjadi berita booming di tahun ini," ujar Hamzah di Jakarta, Kamis (9/7).

BACA JUGA: Yasonna Sebut Pengacara Maria Pauline Lumowa Terus Bermanuver

Kasus yang dimaksud antara lain, dugaan suap di Lapas Sukamiskin Bandung. Perkaranya kini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kemudian, dugaan jual beli sel mewah di Rutan Boyolali, perkaranya juga ditangani lembaga antirasuah.

BACA JUGA: Publik Ingin Yasonna dan Luhut Hilang dari Kabinet

Lalu, dugaan penyelundupan narkoba di Lapas Mataram dan sejumlah dugaan pidana di beberapa rutan lain.

"Menkumkam bahkan sempat melakukan pembersihan praktik jual beli kamar di Rumah Tahanan Kelas I Kabupaten Tangerang (Rutan Jambe). Hasil investigasi kami menemukan dugaan pelanggaran masih terjadi," ucapnya.

Untuk itu, kata Hamzah, Inacor mendukung penuh upaya menkumham untuk terus membersihkan pungli, suap dan korupsi di lapas dan rutan.

Menurutnya, Inacor dalam waktu dekat berencana melaporkan dugaan temuan ke Kemenkumham, KPK dan ke Istana Negara.

"Ayo semangat Pak Menkumham dan Pak Dirjen Pemasyarakatan, kami mendoakan selalu. Berantas pungli, suap dan korupsi di setiap lapas dan rutan demi tercapainya visi-misi Indonesia Maju dari Pak Presiden Jokowi," pungkas Hamzah. (gir/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler