Indonesia Dorong Agenda Doha

Senin, 31 Agustus 2009 – 20:38 WIB
JAKARTA-Menteri Perdagangan Mari Ela Pangestu mengatakan, pertemuan tingkat menteri (PTM) World Trade Organization (WTO) di New Delhi pada tanggal 3-4 September 2009 mendatang mampu menerjemahkan komitmennya dalam bentuk tindakan yang lebih konkritMendag menjelaskan, pertemuan tersebut diharapkan negara anggota WTO dapat mengambil langkah yang lebih jauh dalam menerjemahkan komitmennya di dalam Perundingan Doha terutama di masa krisis ekonomi global.

“Para menteri yang hadir di dalam pertemuan tersebut juga harus dapat memberikan petunjuk dan arahan kepada para perunding sehingga mereka memperoleh langkah yang jelas dan pragmatis ketika berunding di WTO untuk mencari penyelesaikan atas Perundingan Diha WTO,” ungkap Mendag ketika menggelar konferensi pers di kantor Departemen Perdagangan RI, Senin (31/8).

Selain itu, Mendag juga menerangkan bahwa penyelenggaraan PTM tersebut diharapkan dapat menjadi momentum yang lebih kuat untuk semua negara anggota untuk segera kembali ke meja perundingan dan menyelesaikan putaran Doha paling lambat tahun 2010

BACA JUGA: Antisipasi El Nino, Cadangan Beras 500 Ribu Ton

“Indonesia akan terus mendorong agar Doha Development Agenda dapat segera disepakati perundingannya demi kepentingan negara-negara berkembang termasuk Indonesia
Dengan demikian, negosiasi di semua isu yang tertunda harus segera dimulai,” tandas Mendag.

Sekadar informasi, sebelum PTM dibuka secara formal oleh Mendag India Anand Sharma, Mendag Mari Elka Pangestu akan mempimpin pertemuan Kelompok 33 guna membahas isu-isu terakhir menjelang PTM

BACA JUGA: Subsidi Raskin Capai Rp11 Trilun

“Kami juga akan mengadakan pertemuan informal tingkat menteri (PITM) cairns Group untuk membahas strategi ke depan dalam mendorong perundingan putaran Doha tahap selanjutnya di jenewa,” lanjut Mendag
(cha/JPNN)

BACA JUGA: SBY Diminta Tegas Tunjuk Pembeli Saham

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inflasi, Raskin Naik 30 Persen


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler