Indonesia Kantongi Kontrak Ekspor Batu Bara Senilai Rp 20,6 T ke Tiongkok

Jumat, 27 November 2020 – 22:10 WIB
Penandatanganan MoU secara virtual tersebut dilakukan bersama dengan enam perusahaan batubara Indonesia seperti MMSGI, Adaro, Bukit Asam, Banpu, Noble, dan ITOCHU, pada Rabu lalu (25/11). Dalam kesempatan ini MMSGI diwakilkan oleh Edmund Tan, Director Marketing Trading and Logistics MMSGI. Foto: dok pri untuk jpnn

jpnn.com, JAKARTA - PT Multi Harapan Utama (MHU) anak usaha dari MMS Group Indonesia (MMSGI), menjadi salah satu dari enam eksportir utama batu bara ke Tiongkok.

Keikutsertaan ini merupakan bagian dari kerja sama Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesi (APBI) dan China Coal Transportation and Distribution Association (CCTDA) yang difasilitasi oleh pemerintah untuk meningkatkan ekspor batu bara Indonesia ke Tiongkok.

BACA JUGA: Lihat Nih Tampang Aprio Hananda Korban Pembunuhan di Room Karaoke, Tak Disangka

Kesepakatan kerja sama ini ditandatangani Rabu lalu (25/11), oleh Ketua Umum APBI, Pandu Patria Sjahrir dan Liang Jia Kun selaku perwakilan dari CCTDA, kedua pihak sepakat untuk menandatangani kontrak pembelian batu bara tahun 2021, dan berkomitmen untuk melaksanakan isi kontrak tersebut.

Penandatanganan MoU secara virtual tersebut dilakukan bersama dengan enam perusahaan batubara Indonesia seperti MMSGI, Adaro, Bukit Asam, Banpu, Noble, dan ITOCHU. Dalam kesempatan ini MMSGI diwakilkan oleh Edmund Tan, Director Marketing Trading and Logistics MMSGI.

BACA JUGA: Video Call Wanita Berbuat Tak Senonoh Pakai Terong, Viral di Medsos, Pemerannya Ternyata

Acara penandatanganan di atas juga disaksikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, perwakilan dari Kedutaan Tiongkok serta, Duta Besar Berkuasa Penuh Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun.

APBI mengungkapkan bahwa Tiongkok akan membeli batu bara termal Indonesia senilai US$1,467 miliar dan diharapkan akan ada peningkatan ekspor batu bara ke Tiongkok sebesar 200 juta ton di 2021.

BACA JUGA: Jokowi Harap Batu Bara Mentah Tidak Diekspor Lagi

Head of Corporate Strategy and Communication MMSGI Adri Martowardojo mengatakan, penandatanganan MoU memberikan kepastian dalam upaya serta strategi perusahaan agar dapat menjadi eksportir batu bara terbesar di Indonesia.

“Melalui MHU, sebagai kontraktor yang ditunjuk pemerintah untuk melakukan kegiatan pertambangan (eksplorasi dan operasi produksi) batu bara, MMSGI berupaya untuk memperkuat pasar batu bara Indonesia di Tiongkok pada tahun mendatang,” ujarnya.

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kelanjutan dari Pertemuan Bilateral Pemerintah Indonesia yang dilaksanakan di Yunnan, China, pada Bulan Oktober lalu untuk mensinergikan kebijakan di tengah pandemi Covid-19.

Adri juga secara khusus menyampaikan, terima kasih kepada pemerintah Indonesia dan APBI yang telah memfasilitasi hubungan baik ini.

BACA JUGA: Istri yang Tepergok Selingkuh Tak Tahu Motornya Dipasangi GPS, Terbongkarlah, Banjir Darah

“Ke depan MMSGI juga akan terus mempersiapkan diri sejalan dengan arahan pemerintah khususnya dalam melakukan hilirisasi industri tambang yang nantinya dapat memberikan nilai tambah untuk Indonesia,” tutupnya.(ray/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler