Indonesia-Thailand Jalin Program Kemitraan SMK

Kamis, 25 Februari 2010 – 21:08 WIB

JAKARTA - Koordinator Program Kemitraan SMK, Staf IT Konten SEAMOLEC, Anti Rismayanti menerangkan bahwa Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Thailand telah bekerja sama menggelar Program Kemitraan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Melalui program ini, kami mengharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan melaksanakan pembelajaran kolaboratif antar sekolah,” terang Anti di dalam rilisnya kepada JPNN, Kamis (25/2).

Sebelum menggelar program  kerjasama ini, Anti mengakui bahwa pihaknya telah mengirimkan sebanyak 15 kepala sekolah SMK ke provinsi Songkhla Thailand SelatanPasalnya, program ini pun juga merupakan salah satu permintaan Menteri Pendidikan Thailand yang pernah mengadakan kunjungan ke SEAMOLEC dan SMK di Yogyakarta.

Disebutkan, Indonesia mengirimkan 11 kepala sekolah SMK dari Yogyakarta, dua dari Jawa Timur, dan dua dari Jawa Tengah untuk membangun kolaborasi pembelajaran antara sekolah-sekolah yang ada di Indonesia dengan Thailand Selatan

BACA JUGA: Kemendiknas Bangun Taman Bacaan di Mal

Selama tiga hari mereka mengikuti workshop mulai 15 -19 Februari 2010.

“Kegiatan selama workshop difasilitasi oleh Office of Vocational Education Commision dari Kementerian Pendidikan Thailand atau setingkat Direktorat Pembinaan SMK di Indonesia,” katanya.

Di samping itu, Anti pun menjelaskan bahwa melalui program ini juga diharapkan para guru di beberapa sekolah di kedua negara bisa melakukan riset bersama utamanya dalam penelitian tindakan kelas
“Diharapkan kita juga  dapat saling sharing knowledge, kultur, dan berbagai nilai yang terintegrasi dalam mata pelajaran di sekolah-sekolah yang berpartisipasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Anti menyampaikan, karakteristik penduduk Thailand Selatan mendekati orang melayu karena berbatasan dengan Malaysia

BACA JUGA: Cegah Plagiat, Pengawasan Diperketat

“Beberapa sekolah di sana sudah mempunyai kurikulum dalam bahasa Indonesia
Jadi mereka memasukkan bahasa Melayu ke dalam kurikulumnya, sehingga itu dianggap sebagai persamaan dan kerjasama ini lebih mudah ke depannya,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Anti, karakteristik SMK di Thailand dan di Indonesia ada perbedaan mendasar

BACA JUGA: Mei 2010, Pendaftaran SNMPTN Online Dibuka

SMK di Indonesia, kata dia, menawarkan program secondaary school selama tiga tahun, sedangkan di Thailand satu institusi ada program SMK, diploma, bahkan sampai sarjana“Karakteristik siswa di Thailand juga cukup berbedaMereka yang masuk SMK lebih memilih untuk melanjutkan ke program diploma atau sarjana,” katanya.

Ke depannya, dalam rencana aksi diantaranya akan ada kerja sama pembelajaran khususnya pada bidang kejuruan yang bersifat produktif melalui sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh yang akan dikoordinasikan oleh SEAMOLEC(cha/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Try Out Bisa Tingkatkan Kemampuan Siswa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler