Info Penting Bagi yang Hobi Cek Saldo

Jumat, 08 April 2016 – 08:02 WIB
Antre di ATM. Foto ilustrasi dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Sudah menjadi kebiasaan, terutama saat tanggal gajian, nasabah bank melakukan pengecekan saldo berulang-ulang.

Nah, rupanya, pengecekan berulang-ulang dan berlebihan di mesin ATM ternyata mengakibatkan biaya operasional bank membengkak. Presdir PT BCA Tbk Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, pihaknya akan menyosialisasikan kepada nasabah agar bermigrasi ke e-banking dan m-banking.

BACA JUGA: PAN Dukung Pembahasan Tax Amnesty, Ada Syaratnya

”Kita lihat secara individu ada yang cek saldo sampai 780 kali sebulan. Ada yang 100 kali lebih. Ada yang 200 kali. Kita dekati mereka supaya pakai e-banking dan m-banking,” ujarnya di Jakarta kemarin (7/4).

Berdasar analisis, setiap bulan nasabah BCA mengecek saldo rata-rata empat kali. Saat ini total ada 13 juta kartu debit BCA. 

BACA JUGA: Omongan Politikus Ini Diduga Pesanan Importir Gula

Apabila jumlah pengecekan berkurang, otomatis biaya operasional ATM menurun. Menurut dia, setiap nasabah melakukan transaksi melalui ATM, BCA harus menanggung tarif Rp 2.000 hingga Rp 2.500 di luar biaya pengoperasian mesin.

”Biaya operasional satu mesin ATM bisa lebih dari Rp 144 juta per tahun. Itu termasuk biaya pemeliharaan mesin, kertas, AC, listrik, asuransi, dan lain-lain,” katanya. 

BACA JUGA: Pengusaha Batu Bara Terancam Banyak yang Kolaps

Apabila rata-rata transaksi pengecekan saldo hanya empat kali, pihaknya memutuskan tidak mengenakan biaya pengecekan saldo. 

”Kan kita belum kenakan biaya. Jika mereka yang cek saldo melulu terus tobat, cost bisa turun. Kita enggak usah naikin fee based. Yang penting, kita sosialisasi literasi perbankan supaya mereka tahu cara gampang cek saldo,” ujarnya.

Selain itu, BCA membebankan biaya bagi nasabah yang melakukan transaksi pembelian pulsa melalui mobile banking. Biaya itu ditentukan provider yang bekerja sama dengan BCA. 

”Ada kerja sama pengaturan rearrangement dengan Telkomsel. Jika ada kenaikan harga, ya kita ikuti. Tapi, kenaikan harga bukan dari kami, tapi operator,” katanya. (dee/c6/oki/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anak Usaha Astra Gelontorkan KUR Rp 500 Miliar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler