Info Terkini Soal Perkembangan Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Indonesia

Rabu, 21 Oktober 2020 – 22:27 WIB
Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir. Foto dok Yessy Artada/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur utama PT Bio Farma Honesti Basyi mengatakan, uji klinis ketiga kandidat vaksin tahap tiga yang sedang dilakukan di Bandung belum selesai. Namun, sejauh ini tidak ada indikasi yang menghambat uji klinis.

PT Bio Farma optimistis jika proses pembuatan vaksin dapat berjalan sesuai harapan pada Januari 2021 mendatang.

BACA JUGA: Agus Saiful Lagi Jogging Dekat Rumah, Terkena Gulungan Layangan, Tewas dengan Kondisi Mengenaskan

“Saya perlu memberikan informasi kepada masyarakat bahwa uji klinis yang dilakukan Sinovac ini dilakukan secara global. Jadi tidak hanya di Indonesia atau yang sedang dilakukan di Bandung ini, tetapi juga di Brazil, Turki, Chili dan Bangladesh. Kita harapkan dalam enam bulan ini akan segera menunjukkan hasil,” kata dia dalam Dialog Produktif “Perkembangan Terkini Uji Klinis Vaksin COVID-19” di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (21/10).

Menurut dia, ribuan relawan terlibat dalam uji klinis global ini. Di Indonesia sendiri, melibatkan 1.620 relawan dan sudah mendapatkan suntikan pertama.

BACA JUGA: Motif Pembunuhan Sadis terhadap Demas Laira Akhirnya Terungkap, Begini Penjelasan Polisi

Kemudian, 1.074 relawan mendapatkan suntikan kedua dan 671 relawan diantaranya sudah diambil sampel darahnya.

“Sejauh ini, belum ada laporan yang menunjukkan indikasi yang mungkin akan menghambat proses pembuatan vaksin, dan kami optimis akan selesai dan dapat segera digunakan,” katanya.

BACA JUGA: Kabar Baik dari Menlu soal Uji Klinis Vaksin COVID-19

Kerja sama yang dilakukan Bio Farma dengan FK Unpad dan juga BPOM juga menambah keyakinan Bio Farma dalam uji klinis saat ini. Honesti mengharapkan proses uji klinis sesuai dengan target.

"Lembaga - lembaga yang kami ajak untuk bekerja sama cukup reputable dalam uji klinis ini. Mereka sudah melakukan 30 kali uji klinis dan bukan itu saja, uji klinis ini juga diawasi oleh BPOM, juga Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes. Kami optimistis semua berjalan lancar,” tukas dia.

Lebih lanjut kata Honesti, uji klinis tahap satu untuk menguji tingkat keamanan vaksin itu sendiri. Uji klinis tahap dua untuk efikasi vaksin melihat kemampuan apakah dapat memberikan manfaat bagi individu yang diberi imunisasi.

“Sementara, uji klinis tiga sebenarnya adalah untuk rekonfirmasi terhadap uji klinis satu dan dua yang telah dilakukan, dengan melibatkan lebih banyak relawan," kata dia.

Honesti menjelaskan, keterlibatan banyak relawan dari berbagai negara, bangsa, dan etnis, juga akan menunjukkan vaksin dapat diterima oleh semua orang. Kemampuan PT Bio Farma memang sudah teruji dalam urusan vaksin. PT Bio Farma, salah satu BUMN juga dipercaya Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) sebagai perusahaan farmasi yang kompeten di dunia dalam pengembangan vaksin COVID-19.

BACA JUGA: Tiga Pelaku Pembunuhan hanya Divonis 20 Bulan, Keluarga Korban Kecewa

Vaksin produksi Bio Farma telah digunakan di 150 negara dan sebagai produsen telah dipercaya berbagai organisasi dunia dalam pengembangan vaksin, seperti World Health Organization (WHO) dan negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI). (tan/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler