Informasi Terbaru soal Uji Klinis Calon Vaksin COVID-19 Buatan Sinovac

Jumat, 13 November 2020 – 09:50 WIB
Gubernur Jabar memulai rangkaian sebagai relawan uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac di Puskesmas Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Selasa (25/8). Foto: Dok Humas Pemprov Jabar/Antara

jpnn.com, BANDUNG - Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menjelaskan perkembangan uji klinis calon vaksin COVID-19 buatan Sinovac, China, di Indonesia.

Honesti Basyir mengatakan, tim uji klinis akan meneruskan uji klinis fase tiga yang sudah memasuki masa monitoring.

BACA JUGA: Mengejutkan, Puluhan Santri Positif Covid-19

"Tahap monitoring ini untuk melihat efikasi (khasiat), imunogenicity, serta memastikan keamanan dari calon Vaksin COVID-19," katanya di Bandung, Kamis (12/11).

Pria kelahiran Padang, Sumbar, itu berharap tim uji klinis akan menyelesaikan tahap monitoring ini, pada bulan Mei 2021.

BACA JUGA: Peringatan Keras Satgas Covid-19 untuk Rizieq dan Pendukungnya

Hasil monitoring akan diserahkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan atau Badan POM dengan memuat suatu laporan interim berupa data keamanan, imunogenisitas dan efikasi tiga bulan pada awal Januari 2021 untuk mendapatkan persetujuan penggunaan dalam keadaan darurat atau Emergency Use Authorization EUA.

Honesti menjelaskan, kegiatan uji klinis tahap tiga untuk vaksin COVID-19 ini, merupakan bagian dari Uji Klinis Global, yang dilaksanakan empat negara (multicenter) seperti Brazil, Chile, Indonesia dan Turki dengan total melibatkan lebih dari 20 ribu relawan.

BACA JUGA: Kepala BKN Menjelaskan Kendala Pengangkatan PPPK, Simak Baik-baik

Honesti Basyir mengatakan, tujuan dilakukannya uji klinis secara multicenter ini adalah untuk melihat tingkat keampuhan vaksin ini, pada berbagai ras di dunia.

"Jadi Indonesia adalah bagian dari Uji Klinis Global tahap 3 untuk calon vaksin COVID-19 dari Sinovac, dengan total relawan lebih dari 20 ribu. Di Indonesia sendiri, dilaksanakan di Bandung dengan jumlah relawan sebanyak 1.620 yang berasal dari multi etnis yang ada di Indonesia, bahkan beberapa relawan ada yang berasal dari keturunan Eropa," ujar Honesti.

Honesti menambahkan, bahwa pihak Sinovac pun ikut melaksanakan monitoring uji klinis fase tiga, ke tempat-tempat yang ditunjuk sebagai multicenter untuk uji klinis fase tiga, untuk di Indonesia sendiri dilaksanakan pada tanggal 2-6 November 2020.

Tujuan tim Sinovac sudah melaksanakan kunjungan ke Indonesia, untuk ikut memantau pelaksanaan uji klinis Tahap tiga di Puskesmas yang dijadikan tempat uji klinis, setelah sebelumnya mereka mengadakan kegiatan yang sama di negara Turki.

"Alhamdulillah, tim COVID-19 dari Sinovac yang dipimpin oleh Mr. Yuansheng Hu sebagai Senior Manager Clinical Department mengunjungi Indonesia, untuk membahas mengenai sejauh mana pelaksanaan uji klinis fase tiga berlangsung di Indonesia, dan memastikan bahwa vaksin ini, akan memiliki keamanan, dan keampuhan serta kualitas yang memenuhi standar," ujar Honesti.

Hingga saat ini uji klinis fase tiga untuk calon vaksin COVID-19 ini, tidak ditemukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang serius atau Serious Adverse Event (SAE) atau kejadian serius yang tidak diinginkan dari para relawan yang diduga berhubungan dengan vaksin atau kegiatan vaksinasi.

Terkait pemberitaan penghentian uji klinis fase tiga di Brasil pasca-ditemukannya kejadian Serious Adverse Event (SAE) atas relawan disana, otoritas pengawas obat berwenang di Brasil, yakni Brazil's National Health Surveillance Agency (Anvisa), memastikan bahwa kejadian tersebut tidak berhubungan dengan suntikan calon vaksin COVID-19.

Dengan demikian, uji klinis fase 3 untuk calon vaksin COVID-19 di Brasil bisa diteruskan kembali. (antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler