Inggris Setop Berbagi Informasi dengan AS soal Bom Manchester

Kamis, 25 Mei 2017 – 15:22 WIB
Ilustrasi. Foto: PA

jpnn.com, MANCHESTER - Tim kepolisian Inggris yang sedang memburu jaringan pelaku teror bom di Manchester Arena, Senin (23/5) kemarin, memutuskan untuk menyetop berbagi informasi dengan Amerika Serikat. Hal ini dipicu bocornya beberapa bukti kunci di Amerika Serikat, yang tersebar hingga ke media.

Polisi Inggris, bahkan hingga Downing Street dan Home Office menolak berkomentar. Namun PM Theresa May dilaporkan akan meminta keterangan kepada Presiden AS Donald Trump saat mereka bertemu di acara NATO di Brussels pekan depan.

BACA JUGA: Pelaku Pengeboman Sudah Berada dalam Pengawasan Aparat

Bocoran informasi yang dimaksud kabarnya termasuk adanya keterangan dari keluarga Salman Abedi, pelaku pemboman, yang sudah memperingatkan aparat bahwa Abedi adalah sosok yang berbahaya.

Paling parah, informasi yang bocor itu adalah foto di TKP, terkait bom dan tas yang digunakan Abedi, yang sebenarnya masih belum boleh dipublikasikan, namun malah sudah beredar di media, di Amerika Serikat.

BACA JUGA: MU Hadapi Final Liga Europa dengan Duka Bom Manchester

Menurut Chiefs’ Council, kebocoran itu merongrong penyelidikan, juga memberi rasa tidak nyaman kepada saksi maupun keluarga korban.

Di Negeri Paman Sam, para politikus sudah secara terbuka membahas informasi tersebut. Mereka bahkan sudah punya analisis sendiri, bahwa tingkat kecanggihan bom mengindikasikan pembuatnya memiliki pelatihan serius.

BACA JUGA: Salman Abedi, Pelaku Bom Manchester, Anak Muazin yang Putus Kuliah

Ada juga yang menyebutkan, alat peledak yang digunakan Abedi menggunakan zat yang sama dengan serangan Paris November 2015 dan Brussels Maret 2016.

Bagaimana pun, Inggris sudah geram dengan AS terkait hal ini. Menteri Dalam Negeri Amber Rudd menggambarkan kebocoran tersebut sebagai sesuatu yang sangat menjengkelkan. Greater Manchester Police juga mengecam beredarnya bukti potensial saat penyelidikan masih berlangsung.

Dalam sebuah pernyataan resmi yang dikutip Metro, kepolisian Inggris mengungkap mereka masih menghargai hubungan antarintelijen. Namun ketika kepercayaan itu dilanggar, hal itu akan merusak hubungan.

Inggris sepenuhnya tidak bisa menerima kasus kebocoran informasi ini, karena saat ini risiko dan jalannya penyelidikan bertambah sulit. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bom Manchester: Ariana Grande Menghilang, Take That Tunda Konser


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler