Ingin Cetak Sejarah Baru di Thailand, "Partai Thaksin" Calonkan si Cantik Yingluck Shinawatra

Ingin Menggaet Suara Lima Juta Perempuan Muda

Jumat, 03 Juni 2011 – 08:08 WIB
Yingluck Shinawatra.Foto: REUTERS/Sukree Sukplang

DALAM politik, Yingluck Shinawatra memang masih dianggap bau kencurTapi, Phue Thai Party (PTP), salah satu partai yang akan berlaga dalam pemilu di Thailand awal bulan depan, tetap menunjuk adik kandung mantan PM Thaksin Shinawatra itu sebagai calon nomor 1

BACA JUGA: Arsenal Didukung Imigran, Spurs Jadi Basis Suporter Yahudi

Mengapa?
------------------------------
Laporan Any Rufaidah dari Bangkok, Thailand
------------------------------
Meski dalam politik terbilang masih baru, nama Yingluck sudah familier di kalangan masyarakat Thailand
Apalagi kalau bukan gara-gara nama keluarga Shinawatra yang melekat pada perempuan 43 tahun tersebut

BACA JUGA: Tersinggung Solo Disebut Surga Teroris, Atilah Soeryadjaya Pentaskan Tari Kolosal

Ayah serta beberapa saudaranya lebih dulu dikenal sebagai politikus
Terutama Thaksin Shinawatra, kakaknya yang menjadi perdana menteri (PM) sejak 2001 dan dikudeta militer pada 2006.

Paduan sosok Yingluck yang fresh di dunia politik serta nama besar Shinawatra itulah yang "dijual" Phue Thai Party (PTP) demi mendulang suara dalam pemilu 3 Juli mendatang

BACA JUGA: Kapten Persema Bima Sakti, Konsisten di Usia Senja

"Orang-orang sudah bosan dengan politisi sekarangKalau ada orang baru, apalagi perempuan, pasti akan menarik perhatian," terang Wakil Ketua PTP Kanawat Wasinsangworn ketika ditemui di kantor PTP di kawasan Petchburi, Bangkok, Thailand

Poin positif lainnya adalah Yingluck membuka peluang bagi Thailand untuk mencatatkan sejarahJika menang, dia akan menjadi PM perempuan pertama di Thailand"Saya yakin banyak orang yang menginginkan iniApalagi banyak negara lain yang sudah dipimpin perempuanIndonesia punya Megawati, bukan?" ujarnyaKanawat percaya hal itu akan menarik orang untuk mendukung

Untuk urusan politik, Yingluck memang bau kencur alias tak berpengalamanTapi, kemampuannya dalam sisi manajerial sudah terbuktiPerempuan alumnus master of political science dari Kentucky State University, AS, itu memimpin beberapa perusahaan keluarga, termasuk Shinawatra Directories Co Ltd"Dia sukses memimpin perusahaanKemampuan itu juga dibutuhkan untuk kursi perdana menteri," terang Kanawat

Dulu, Yingluck juga sempat menjadi managing director Advanced Info Service (AIS) PCL, perusahaan telekomunikasi keluarganyaNamun, pada 2005, dia menjual sahamnya dan mendapat keuntungan besarGara-gara penjualan tersebut, dia sempat diperiksa komisi keuangan dan sekuritas ThailandNamun, dugaan dia memanfaatkan orang dalam untuk mengeruk keuntungan tidak terbukti.

Menurut Kanawat, sejak lama partainya berusaha merayu Yingluck untuk maju sebagai kandidat perdana menteriNamun, Yingluck terus-menerus menolakAlasannya, perempuan yang kini aktif sebagai komisaris Yayasan Thaicom tersebut sakit hati atas sikap militer Thailand yang menggulingkan paksa pemerintahan sang kakakSejak dikudeta, Thaksin mengasingkan diri demi menghindari jerat hukum di negaranya

Baru setahun kemudian Yingluck mau mempertimbangkan tawaran ituPTP berharap pencalonan Yingluck tidak hanya akan mengembalikan suara para pendukung Thaksin dari kalangan menengah ke bawah, tapi juga menarik suara baru"Kami mengincar pemilih perempuan muda," tegas KanawatJumlah pemilih tipe itu lumayan banyakMencapai 5 juta suara atau 10 persen di antara total pemilih

Kesediaan Yingluck sebenarnya tidak terprediksiKarena itu, PTP sudah menyiapkan beberapa nama untuk cadangan"Tapi, kami memang ingin diaJadi, kami intens mendekatinya," katanya.

Namun, Thamrongsak Petchlertanan Asst Prof PhD, pengajar di Political Science Department, Rangsit University, Thailand, mengungkapkan, penunjukan Yingluck merupakan kehendak Thaksin"Saya yakin, yang menginginkan Yingluck maju adalah ThaksinDia punya kepentingan," tegasnya.

Meski Thaksin kini berpindah dari satu negara ke negara lain karena tidak berhasil mendapatkan suaka, pria 61 tahun itulah yang menggerakkan PTP, termasuk menentukan kebijakan partai tersebut"Jadi, PTP selalu menunggu perintah dari Thaksin," lanjut dia.

Banyak yang menyatakan, jika terpilih, Yingluck tak ubahnya hanya menjadi boneka yang digerakkan ThaksinItulah yang membuat beberapa kalangan, terutama dari kelas menengah yang kecewa atas kepemimpinan Thaksin, tidak merespons positif pencalonan YingluckApalagi Thaksin pernah melontarkan pernyataan bahwa Yingluck adalah kloningan dirinya

Tapi, hal itu berkali-kali dibantah YingluckDia mengungkapkan, banyak pendidikan yang diperoleh dari sang kakak, baik untuk politik maupun bisnisNamun, sebagai individu, dirinya punya metode pengambilan keputusan yang berbeda"Kalau memang dibutuhkan, dia pasti akan meminta nasihat kepada kakaknyaTapi, hanya sebatas ituKeputusan akan tetap diambil Yingluck sendiri," tutur Kanawat

Menurut dia, dirinya sudah lama mengenal dan bekerja sama dengan YingluckPria yang pernah menjadi wakil menteri information, communication, and technology (ICT) pada masa pemerintahan Thaksin tersebut menganggap Yingluck memiliki kapabilitas sebagai pemimpin negara"Dia itu berpengalaman, pintar, dan baikPerempuan itu lebih mudah merangkul banyak orang dibanding laki-laki," katanya.

Soal sosoknya sebagai ibu satu anak, Kanawat yakin hal tersebut tidak akan menjadi ganjalan"Tentu saja keluarganya akan kehilangan sedikit waktu dengan diaTapi, mereka pasti sudah membicarakan hal tersebut," jelasnyaYingluck beberapa kali menegaskan kepada media bahwa keluarga, terutama sang anak, Supasek, yang masih berusia sembilan tahun, mendukung penuh.

Yingluck menikah dengan Anusorn Amornchat yang tercatat sebagai managing director M Link Asia Corporation yang juga tercatat sebagai perusahaan keluarga milik klan ShinawatraNamun, sosok Anusorn tidak terlalu banyak tampil di hadapan mediaSetiap berkeliling kampanye, Yingluck lebih sering terlihat bersama si buah hati yang tampak menikmati setiap perhatian yang terarah kepada sang bunda(c5/kum)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wayang Orang Bharata, Bertahan dengan Gaji Minim di Pusat Kota Jakarta


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler