Ingin Kreatif? Berolahraga Saja Secara Teratur

Selasa, 15 April 2014 – 15:37 WIB

jpnn.com - SEBAGIAN besar orang berolahraga cuma karena ingin meningkatkan kesehatan tubuhnya taua hanya untuk menurunkan berat badan. Tetapi ternyata, berolahraga juga memberi manfaat bagi otak.

Penelitian terbaru yang dilakukan sekelompok peneliti dari Belanda mengungkapkan, kalau orang yang berolahraga secara teratur punya kemampuan berpikir kreatif yang lebih baik.
Dr. Lorenzo Colzato dari Leiden University, Belanda, mencari pengaruh olahraga yang rutin pada dua komponen kreativitas paling besar.

BACA JUGA: DVD Edukasi Belum Tentu Bisa Bantu Anak Belajar Membaca

Komponen kreatifas tersebut adalah pemikiran divergent dan pemikiran konvergent. Pemikiran divergent adalah kemampuan otak untuk memberikan solusi sebanyak mungkin ketika menghadapi suatu permasalahan. Sementara pemikiran konvergen adalah proses penemuan solusi yang tepat dan cepat.

Dr. Colzato melaksanakan tesnya kepada dua kelompok, kelompok pertama berolahraga secara teratur 4 kali seminggu, sementara kelompok kedua tidak berolahraga sama sekali.

BACA JUGA: Depresi di Ranjang? Ini Cara Mengatasinya

Tes pertama, kedua kelompok disuruh menuliskan semua kemungkinan penggunaan sebuah bolpoin. Tes kedua berhubungan dengan kata. Kedua kelompok diminta untuk mencari hubungan dari 3 kata yang berbeda.

Hasil riset menunjukkan kalau kelompok pertama yang berolahraga secara teratur, memiliki hasil tes yang lebih baik.

BACA JUGA: Liquid Diet, Yes or No?

"Menurut saya, olahraga sangat baik untuk memperbesar kemampuan berpikir secara fleksibel, tetapi hanya ketika tubuhnya sudah terbiasa untuk berolahraga. Jika tidak, sebagian besar energi yang bisa digunakan untuk berpikir kreatif akan tersedot ke proses gerak tubuh ketika berolahraga," kata Dr. Colzato, seperti dilansir laman Daily Mail, Senin (14/4).

Ia juga mengajak masyarakat untuk rutin berolahraga. Sebab, olahraga yang rutin dan teratur dapat menjadi sarana untuk melatih kreatifitas yang murah dan sehat. (fny/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pendidikan Seks Dini Justru Menunda Remaja Beraktivitas Seksual


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler