Ingin Mencegah Stroke? Lakukan 5 Cara Ini

Selasa, 10 September 2019 – 04:07 WIB
Stroke. Ilustrasi Foto: pixabay

jpnn.com - Tak hanya mengancam orang paruh baya, kini stroke juga menyasar kaum muda. Untuk itu, upaya-upaya mencegah stroke perlu dilakukan sedini mungkin. Bila terlambat, kelumpuhan bahkan kematian dapat menjadi ancamannya.

Stroke adalah kondisi di mana aliran darah ke otak terhenti secara mendadak, sehingga sel otak kekurangan oksigen untuk berfungsi dan bisa menyebabkan kematian. Stroke sendiri dibagi menjadi dua, yakni stroke iskemik dan stroke hemoragik.

BACA JUGA: Sedang Menderita Sakit Stroke, Diperkosa Ayah Kandung Pula..

Stroke iskemik adalah stroke yang terjadi karena pembuluh darah ke otak mengalami sumbatan tiba-tiba. Sedangkan stroke hemoragik adalah stroke yang terjadi karena pembuluh darah pecah dan menimbulkan perdarahan di otak.

Perlu diketahui bahwa stroke hemoragik merupakan stroke yang lebih berbahaya dan butuh penanganan secepatnya. Hal ini karena perdarahan dalam otak bisa menyebabkan tekanan dalam otak meningkat dan berisiko kematian. 

BACA JUGA: Momen Lebaran, Banyak yang Masuk RS karena Stroke dan Diare

Tips mencegah stroke

Namun, baik itu stroke hemoragik ataupun stroke iskemik, keduanya sama-sama bisa dicegah dengan beberapa hal mudah. Seperti dijelaskan dr. Devia Irene Putri dari KlikDokter, berikut pencegahannya: 

BACA JUGA: Kenali Gejala Stroke yang Pernah Diderita Robby Tumewu

1. Menjaga berat badan tetap stabil
Memiliki berat badan yang berlebih alias obesitas bisa menimbulkan beberapa komplikasi, termasuk diabetes, tekanan darah ,tinggi dan stroke. Menurut dr. Devia, menurunkan berat badan sebanyak 3-5 kg bisa menurunkan risiko stroke pada penderita. 

“Indeks massa tubuh yang paling ideal itu kan tidak sampai di angka 25, jadi usahakan agar tetap stabil di bawah 25 atau setidaknya tetap di angka 25. Hindari juga mengonsumsi lebih dari 1.500 kalori per harinya,” ujar dr. Devia.

Adapun cara menghitung indeks massa tubuh ialah berat badan (kg) / (tinggi badan x tinggi badan (m)). Bila angkanya kurang dari 18 artinya Anda kurus. Sementara itu, angka 18-25 berarti normal, 25-30 kelebihan berat, 30-35 adalah obesitas I, dan 35-40 obesitas II.

2. Sering olahraga
Olahraga secara rutin dapat dengan signifikan membantu menurunkan berat badan. Hal ini pada akhirnya juga ikut berkontribusi dalam menurunkan tekanan darah dan mencegah terjadinya stroke. Para ahli menyarankan agar setidaknya setiap orang melakukan olahraga minimal 30 menit setiap harinya.

Jika Anda terlalu sibuk dalam bekerja, Anda bisa mempersingkat sesi olahraga menjadi 10-15 menit. Dengan catatan, olahraga dilakukan lebih dari sekali dalam sehari. 

3. Pastikan tekanan darah tetap normal
“Tekanan darah yang tinggi merupakan faktor yang bisa meningkatkan risiko stroke pada penderita. Oleh sebab itu, melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin penting untuk dilakukan agar Anda bisa waspada dengan risiko-risiko yang kemungkinan terjadi,” kata dr. Devia.

Pastikan juga tekanan darah Anda kurang dari 135/85 mmHg atau 140/90 mm Hg setiap kali pengecekan. Anda bisa menjaga tekanan darah tetap normal dengan mengurangi asupan garam harian (tidak lebih dari 1.500 mg dalam sehari). Hindari juga makanan tinggi kolesterol seperti produk olahan, makanan kalengan, dan junk food. Jangan lupa, konsumsi 4-5 cangkir buah dan sayur setiap hari.

4. Berhenti merokok
Kandungan nikotin dalam rokok mampu mempercepat pembekuan darah dalam tubuh. Darah yang mengental akibat rokok dapat meningkatkan jumlah penumpukan plak pada arteri yang menyebabkan darah jadi tersumbat. Otak pun tidak mendapatkan cukup oksigen yang disalurkan dari darah. 

5. Atasi penyakit detak jantung tidak normal 
Detak jantung tidak normal atau fibrilasi atrium merupakan kondisi di mana detak jantung Anda berdetak secara tidak teratur sehingga menyebabkan pembekuan pada jantung. Gumpalan pembekuan itu kemudian menjalar ke otak dan akhirnya memunculkan stroke.

Karena itu, jika Anda memiliki gejala seperti palpitasi jantung atau sesak napas, segeralah periksakan kondisi tersebut. Biasanya, dokter akan memberikan obat pengencer darah untuk mengatasinya. 

Bukan tanpa alasan stroke dijuluki sebagai penyakit silent killer karena kedatangannya yang mendadak tapi mematikan. Untuk itu, Anda bisa mencegah stroke dengan menjalani gaya hidup sehat mulai sekarang.

Bila Anda merasakan gejala stroke, seperti sakit kepala tiba-tiba, gangguan keseimbangan, kelelahan, penglihatan buram, dan mati rasa di bagian tubuh tertentu, segera periksakan diri ke dokter.(HNS/RVS/klikdokter)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler