Ini 6 Cara Berinvestasi di Saham Global

Rabu, 01 Desember 2021 – 10:44 WIB
Analis membocorkan saham yang bakal layak koleksi dan berpotensi menanjak. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Peluang investasi saat ini tidak terikat oleh kondisi geografis. Apabila Anda tertarik dengan ekonomi negara berkembang dan pertumbuhan pesat di pasar di seluruh dunia, sangat mungkin untuk bisa berinvestasi di sana.

Bagi banyak investor, membeli saham global memungkinkan mereka melakukan diversifikasi dengan menyebarkan risiko, selain memberi eksposur terhadap pertumbuhan ekonomi lain.

BACA JUGA: Saham Bandara Kualanamu Dilepas ke Perusahaan Asal India, Negara Untung?

Banyak penasihat keuangan menganggap saham asing sebagai tambahan yang sehat untuk portofolio investasi.

Mereka merekomendasikan alokasi 5 persen hingga 10 persen untuk investor konservatif, dan hingga 25 persen untuk investor agresif.

BACA JUGA: Bursa Saham Terseret Global Market

Anda bisa melihat dan mencoba membeli saham global di Pluang.com dengan risiko dan keuntungan yang tergolong masih aman.

Investasi internasional, bagaimanapun, memiliki sisi lain. Dalam hal volatilitas, pasar negara berkembang secara umum dianggap lebih berisiko.

BACA JUGA: Mitratel Tawarkan 29,85% Saham kepada Publik, Cek Jadwalnya!

Negara berkembang mengalami perubahan dramatis dalam nilai pasar, dan dalam beberapa kasus. Risiko politik tiba-tiba bisa menjungkirbalikkan ekonomi suatu negara.

Selain itu, perlu dicatat bahwa pasar luar negeri bisa kurang diatur, dan meningkatkan risiko manipulasi atau penipuan.

Jika Anda siap untuk peluang dan risiko investasi internasional, ada enam cara untuk mendapatkan eksposur terhadap pertumbuhan di saham global.

1. American Depository Receipt (ADR)

Kwitansi penyimpanan Amerika (ADR) adalah cara mudah untuk membeli saham asing. Perusahaan asing menggunakan ADR untuk membangun kehadiran di pasar AS dan terkadang meningkatkan modal.

Salah satu contohnya adalah raksasa e-commerce China Alibaba (BABA), yang mengumpulkan $25 miliar pada tahun 2014, yang saat itu merupakan penawaran umum perdana terbesar, dan mencatatkan ADR-nya di New York Stock Exchange (NYSE).

2. Global Depository Receipt (GDR)

Tanda terima penyimpanan global (GDR) adalah jenis lain dari tanda terima penyimpanan. Bank penyimpanan menerbitkan saham perusahaan asing di pasar internasional, biasanya di Eropa, dan membuatnya tersedia bagi investor di dalam dan di luar AS.

Banyak GDR dalam mata uang dolar AS, meskipun beberapa dalam mata uang euro atau pound Inggris. Mereka biasanya diperdagangkan, dibersihkan, dan diselesaikan dengan cara yang sama seperti saham domestik.

3. Investasi Asing Langsung

Ada dua cara bagi investor untuk membeli saham global secara langsung. Anda dapat membuka akun global dengan broker di negara asal Anda, seperti Fidelity, E*TRADE, Charles Schwab, dan Interactive Brokers.

Pilihan lainnya adalah membuka akun dengan broker lokal di negara target. Misalnya, platform perdagangan MONEX BOOM yang berbasis di Hong Kong memberi investor akses ke saham Hong Kong selain 11 pasar lainnya.

Investasi langsung tidak cocok untuk investor biasa. Ada biaya tambahan, implikasi pajak, kebutuhan dukungan teknis, kebutuhan penelitian, konversi mata uang, dan faktor lain yang perlu dipertimbangkan.

Singkatnya, hanya investor aktif dan serius yang boleh berpartisipasi dalam investasi asing langsung. Investor juga perlu waspada terhadap broker penipuan yang tidak terdaftar pada regulator di pasar mereka, seperti Securities and Exchange Commission (SEC) di AS.

4. Reksa Dana Global

Investor yang ingin menjelajahi pasar global tetapi tidak ingin repot, bisa  memilih reksa dana yang berfokus pada ekuitas internasional.

Kesederhanaan adalah salah satu dari beberapa keunggulan reksa dana.

Reksa dana yang berfokus secara internasional datang dalam berbagai jenis, dari agresif hingga konservatif. Mereka dapat spesifik wilayah atau negara.

Mereka dapat menjadi dana yang dikelola secara aktif atau dana indeks pasif yang melacak indeks saham luar negeri. Namun, hati-hati dengan biayanya.

Reksa dana yang berfokus secara global dapat memiliki biaya biaya yang lebih tinggi daripada rekanan domestik mereka.

5. Dana yang Diperdagangkan di Bursa (ETF)

Dana yang diperdagangkan di bursa internasional menawarkan investor cara yang nyaman untuk mengakses pasar luar negeri.

Memilih dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang tepat bisa lebih sederhana daripada membangun portofolio saham sendiri.

Beberapa ETF memberikan eksposur ke banyak pasar, sementara yang lain fokus pada satu negara. Dana ini mencakup sejumlah kategori investasi seperti kapitalisasi pasar, wilayah geografis, gaya investasi, dan sektor.

Penyedia ETF terkemuka termasuk iShares oleh BlackRock, State Street Global Advisors, Vanguard, FlexShares, Charles Schwab, Direxion, First Trust, Guggenheim Investments, Invesco, WisdomTree, dan VanEck. Sebelum membeli ETF internasional, investor harus mempertimbangkan biaya, likuiditas, volume perdagangan, masalah pajak, dan kepemilikan portofolio.

6. Perusahaan Multinasional (MNC)

Investor yang tidak nyaman membeli saham global secara langsung, dan bahkan mereka yang mewaspadai ADR atau reksa dana, bisa mencari perusahaan domestik yang memperoleh porsi penjualan yang signifikan dari luar negeri.

Perusahaan multinasional (MNC) paling cocok untuk tujuan sejenis ini. Anda bisa membeli The Coca-Cola Company (KO) atau McDonald's (MCD), keduanya menghasilkan sebagian besar pendapatan dari operasi global. Ini adalah pendekatan pasif dan tidak memberikan diversifikasi internasional yang sebenarnya, meskipun memberikan investor eksposur internasional.

Pengetahuan tentang kondisi politik dan ekonomi di negara tempat Anda berinvestasi sangat penting untuk memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keuntungan.

Seperti biasa, investor harus fokus pada tujuan investasi, biaya, dan pengembalian prospektif mereka, menyeimbangkan faktor-faktor tersebut dengan toleransi risiko mereka.

Dengan begitu, Anda bisa lebih bijak saat membeli saham global yang resiko keuntungan dan kerugiannya tidak berbeda jauh. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler