Ini Ada Kabar Bagus untuk Para Guru Honorer

Sabtu, 20 Oktober 2018 – 22:29 WIB
Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, BATAM - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Hendri Arulan mengatakan, gaji honorer dan insentif guru swasta direncanakan naik pada 2019 mendatang.

Kini pembahasan tengah bergulir bersama DPRD Batam. Jika ada kata sepakat, tahun depan guru honorer bakal menerima gaji dengan nominal yang lebih tinggi.

BACA JUGA: Sukma, Guru Honorer Jalan Kaki dari Indramayu ke Jakarta

"Kami sudah usulkan kenaikan dan sedang dalam pembahasan," imbuhnya.

Karena masih dalam pembahasan, Hendri belum ingin menyampaikan nominal gaji yang akan kelak diterima para guru honorer. "Pokonya naik, kalau sebut angka dan hasil pembahasan tak sesuai orang bisa kecewa," kata dia.

BACA JUGA: Perahu Terbalik, Bapak dan Anak Ditemukan Tewas Berpelukan

Tidak hanya untuk guru honorer, kabar baik tersebut juga untuk guru swasta. Hanya saja, kini masih dalam proses perhitungan dan akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

"Kami hitung dan akan kami laporkan ke walikota," ungkapnya.

BACA JUGA: Guru Honorer NTB Dapat Tunjangan Khusus Rp 2 Juta per Bulan

Menurutnya, kenaikan gaji maupun insentif atas arahan Wali Kota Batam Muhammad Rudi sebagai bentuk penghargaan bagi pendidik Batam. Karena dinilai telah ikut andil mencerdaskan anak bangsa.

"Selama ini gaji mereka dibawah UMK, jadi atas arahan walikota, kami diminta hitung lalu usulkan untuk ditingkatkan gajinya, mereka garda terdepan mencerdaskan anak bangsa di Kota Batam," papar dia.

Beda hal dua dua kategori guru non PNS tersebut, insentif untuk guru madrasah tidak bisa disalurkan karena terkendala nomenklatur. Untuk diketahui, meknasime yang harus dilalui yakni denagn cara dhibahkan terlebih dahulu ke Kementrian Agama.

"Arahan BPKP, dana untuk guru madrasah tdak bisa masuk kegiatan Disdik (Pemko Batam)," ucap dia.

Hendri mengaku pihaknya tidak memiliki niat sama sekali untuk menahan atau tidak menyalurkan insentif untuk guru madrasah. Dengan bukti tahun sebelumnya insentif tetap disalurkan, bahakn tahun ini pun dianggarkan walau pada akhirnya batal disalurkan dan menjadi silpa.

"Ini semata-mata tentang aturan, dan ats arahan BPKP," ujarnya.

Soal kenaikan insentif guru swasta, Wali Kota Batam Muhammad Rudi bahkan langsung dijanjikan di depan ribuan guru swasta belum lama ini.

"Walikotanya Rudi, insentif tidak akan dikurangi, angkanya akan naik, tunggu tanggal mainnya," kata Rudi.

Besaran insentif per bulan bagi guru swasta beragam. Salah satunya bergantung masa pengabdian dan lokasi mengajar, dalam hal ini guru di hinterland mendapat lebih banyak.

"Di bawah lima tahun Rp 650 ribu, di atas lima tahun Rp 1 juta. Guru di hinterland Rp 1,150 juta," papar Rudi.

Soal insentif guru madrasah, Rudi mengungkapkan ada kesalahan nomenklatur terkait tatacara penyaluran insentif guru madrasah. Alhasil dana insentif gurus madarasah tahun ini tak tersalurkan.

"Salah nomenklatur. Tak bisa dikeluarkan (terbayar). Tahun depan baru kami perbaiki," kata Rudi di Aula PIH Batam Kota, Senin (15/10) pagi.

Rudi mengatakan, dana tersebut harus hibahkan terlebih dahulu ke Kementrian Agama (Kemenag) tidak bisa disalurkan langsung.

"Kalau tidak seperti itu, sudah kami cairkan. Hibah ke bagian keuangan baru ke kemenag . Ini bukan kegiatan di kami (Penyaluran ke guru disalurkan Kemenag, red)," ucapnya.

Ditanya apakah pemabayaran tahun ini akan dibayarkan sekaligus tahun depan, Rudi mengatakan tidak ada rapel dalam anggaran. Hanya saja, dia berharap persoalan ini tak terjadi kembali tahun depan.

"Tak ada rapel, anggaran mana ada rapel. Hibah tahun depan, mudah-mudahan tak keliru lagi," imbunya.

Apakah artinya insentif guru madrasah tahun 2018 ini gugur? "Saya tak sebut itu, takut salah," tambah dia. (iza)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kapal Feri Bermuatan 153 Orang Tabrakan di Perairan Bintan


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler