Kapal Feri Bermuatan 153 Orang Tabrakan di Perairan Bintan

Jumat, 12 Oktober 2018 – 03:50 WIB
Kapal Feri MV. VOC Batavia bertabrakan dengan Kapal Super Tanker MT Pacific Crown di Perairan Laut Lepas Horsburg dekat Perairan Bintan, Kepri, Kamis (11/10) sekitar pukul 13.14 WIB. Foto: SAR untuk Batam Pos

jpnn.com, BATAM - Kapal Feri MV. VOC Batavia yang membawa penumpang 153 orang berlayar dari Tarempa menuju Tanjungpinang mengalami kecelakaan, Kamis (11/10) sekitar pukul 13.14 WIB.

Kapal tersebut bertabrakan dengan Kapal Super Tanker MT. Pacific Crown di Perairan Laut Lepas Horsburg dekat Perairan Bintan, Kepulauan Riau.

BACA JUGA: PT Haiki Green Ditarget 2021 Habiskan Limbah 15 Ribu Ton

Dari tabrakan, seorang penumpang kapal feri bernama Ta’ali melompat ke laut karena panik.

Sementara akibat tabrakan, Lambung kiri kapal bagian atas retak hingga bagian dalam kapal sepanjang 1,5 meter.

BACA JUGA: Lanal Batam Tangkap Speedboat Bermuatan 2.358 Ponsel Ilegal

Railing bagian atas lambung kapal juga rusak berat dan tiang anjungan patah serta lambung kiri samping haluan kapal rusak parah.

Dugaan sementara kecelakaan laut ini disebabkan jarak pandang yang minim.

BACA JUGA: Ratusan Anak di Kepri Terjangkit Virus Rubella

Kepala Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Tanjungpinang, Budi Cahyadi saat dihubungi, Kamis (11/10) membenarkan kecelakaan laut tersebut.

Budi menjelaskan, saat itu sekitar pukul 13.10 WIB kapal feri berbendera Indonesia yang dinakhodai Kapten Zainal melaju dengan kecepatan 23 knot dengan jarak pandang ke laut 700 meter. Kapal berlayar dari Tarempa dengan tujuan Tanjungpinang.

Berselang 4 menit kemudian ketika jarak pandang sudah sekitar 500 meter, kapten melihat kapal super tanker. Hanya kapten kapal baru menurunkan kecepatan saat jarak pandang sudah sekitar 100 meter sehingga terjadi benturan dengan MT. Pacific Crown.

“Waktu terjadi benturan, satu orang penumpang berada di luar atas lambung kiri kapal feri. Dia melompat ke laut karena panik,” kata dia.

Kapten kapal merespon cepat dengan memutarkan haluan kapal untuk melakukan evakuasi penumpang yang meloncat ke laut.

“Penumpang yang terjatuh ke laut berhasil diselamatkan kru kapal bernama Rendi Letung dengan menggunakan lifeboat, hanya kondisinya
masih sesak nafas usai diselamatkan,” kata dia.

Setelah memeriksa ruang mesin, dan kapal akhirnya kembali melanjutkan berlayar ke Tanjungpinang.

Budi menjelaskan saat kejadian kondisi cuaca dengan gelombang di perairan Bintan berkisar 0,1 sampai 0,5 meter dan Anambas berkisar 0,1 meter sampai 1 meter.

Pada saat MV. Voc Batavia berlayar cuaca dari Tarempa kondisi cuaca cerah di laut Anambas, namun pada saat sudah mendekati perairan Bintan cuaca berubah menjadi hujan deras.

“Sementara ini tabrakan diakibatkan karena jarak pandang minim,” tutupnya.(met)

BACA ARTIKEL LAINNYA... REI Batam: Pengembang Masih Menunggu Berkah Dana Tax Amensty


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler