Ini Alasan Ahok Sebut Rivalnya Bangun Opini Menyesatkan

Jumat, 10 Februari 2017 – 23:59 WIB
Ahok-Djarot. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, ‎pernyataannya menyebut paslon lain terkesan suka membangun opini menyesatkan, didasari fakta yang terungkap pada debat ketiga yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/2) malam.

Contohnya, kata cagub yang akrab disapa Ahok ini, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni ‎menyebut dirinya menyerang kaum perempuan.

BACA JUGA: FAP2 Deklarasikan Dukungan kepada Ahok-Djarot

Padahal hanya bertindak tegas terhadap seorang perempuan yang salah menggunakan anggaran kartu jakarta pintar (KJP).

"‎Saya protes, menyerang perempuan, disebut kaum perempuan. Kami ini mau mendidik seluruh warga Jakarta. Kalau ada perempuan curang, nakal, maka kami menegur‎," ujar Ahok saat ditemui usai debat.

BACA JUGA: Ahok Tuding Sylvi Umbar Fitnah karena Tak Punya Program

Mantan Bupati Belitung Timur ini kemudian mengibaratkan Jakarta itu seperti rumah besar. Di mana pemerintah sebagai orangtua dan masyarakat Jakarta sebagai anak.

"Di rumah itu kan orangtua punya aturan, karena ingin anak-anaknya berhasil. Jadi ini jangan om atau tante datang, malah merusak aturan yang ada. Jangan anak mau ini, mau itu dibolehkan. Membentuk anak itu kan butuh waktu," ucap Ahok.

BACA JUGA: Bidadari Anies-Sandi Hibur Relawan di Sela-Sela Debat

Cagub yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat ini mencontohkan untuk membimbing masyarakat tinggal di rumah susun, membutuhkan waktu sampai tiga tahun.

"Dulunya mungkin mereka terlibat seks bebas, narkoba. Itu pelan-pelan kami bimbing. Demikian juga mungkin dulu orangtua enggak memberikan anak vaksin. Kami tegaskan, kalau enggak vaksin enggak boleh sekolah (gratis,red)," pungkas Ahok.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lagu Hip Hip Hura Hura Pun Mengudara di Rumah Lembang


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler