Ini Alasan Pemerintah Beri Ruang Swasta Ikut Kembangkan Vaksin Merah Putih

Jumat, 05 Maret 2021 – 09:34 WIB
Pemerintah beri ruang industri swasta untuk pengembangan vaksin Covid-19. Foto: dok. GoJek

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah membuka kesempatan bagi swasta untuk terlibat dalam pengembangan vaksin Merah Putih.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan, ruang kerja sama dengan industri swasta nasional itu untuk terlibat dalam pengembangan, produksi, hingga distribusi.

BACA JUGA: Menristek Beri Bocoran soal Harga Vaksin Merah Putih, Kira-kira Sebegini...

"Dibuka seluas-luasnya di bawah koordinasi pemerintah untuk hilirisasi, baik untuk meningkatkan kapasitas produksi, memfasilitasi proses preklinis dan uji klinis maupun meluaskan target pasar," ujar Wiku di Jakarta, Kamis (5/3).

Menurut dia, saat ini tahapan riset vaksin Merah Putih masih dilakukan secara kolaborasi antara Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, lembaga pemerintah nonkementerian, hingga sejumlah perguruan tinggi negeri.

BACA JUGA: Vaksin Sinovac Mampu Halau Virus Baru Covid-19? Ini Analisis Pakai Epidemiologi

Keterlibatan swasta, kata dia, bakal mempercepat target produksi vaksin itu untuk menjamin ketersediaan vaksin Covid-19.

"Juga dapat menjadi potensi Indonesia di masa yang akan datang. Berperan aktif mencapai ketahanan kesehatan global, baik bagi negara-negara yang mampu mengakses vaksin Covid-19," kata dia.

BACA JUGA: Vaksin COVID-19 Bisa Mengubah Genetik Manusia? Ini Penjelasan Pakar

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, kegiatan riset dan pengembangan vaksin Merah putih dalam skala laboratorium sudah hampir 100 persen.

"Rencananya bulan Maret 2021 ini, mungkin mendekati akhir, kami akan mulai menyerahkan bibit vaksinnya ke Bio Farma. Jadi tahapan di lab itu sudah hampir 100 persen," jelas Bambang.

Bambang mengatakan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menargetkan bisa menyerahkan bibit vaksin yang dikembangkan dengan platform subunit protein rekombinan ke PT Bio Farma pada Maret 2021.

"Kemudian, Bio Farma harus melakukan proses optimasi dan purifikasi untuk membersihkan bibit vaksin dan kemudian melakukan uji klinis," kata dia.

Setelah seluruh rangkaian uji klinis selesai, vaksin harus mendapat izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) supaya bisa diproduksi secara massal dan digunakan oleh masyarakat.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan uji klinik vaksin Merah Putih diharapkan bisa dimulai pada kuartal ketiga atau keempat tahun 2021.

"Teman-teman di laboratorium semuanya sudah berjuang mati-matian untuk mencapai target karena kami hanya diberikan waktu 12 bulan untuk mengembangkan bibit vaksinnya," ujar dia. (antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler