Ini Alternatif Liburan Maksimal dengan Anggaran Minimal

Jumat, 04 Februari 2022 – 23:21 WIB
Liburan ala backpacker. Foto: BestsHostels Indonesia

jpnn.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 ternyata tidak menyurutkan minat generasi milenial untuk berlibur. Namun, salah satu hambatannya adalah anggaran yang minim.

Bagi kamu yang ingin tetap pergi berlibur dengan budget minim bisa menerapkan low budget travelling.

BACA JUGA: Ide-Ide Seru Mengisi Liburan dengan Memaksimalkan Smartphone

Caranya dengan menginap di hostel yang bisa dicari di aplikasi BestHostels Indonesia. Perusahaan rintisan ini memberikan solusi berlibur ramah biaya dengan prinsip 'smart spending'.

Pengguna cukup merogoh kocek mulai Rp 50 ribu per malam untuk menginap di hostel, tetapi value yang didapatkan cukup besar.

BACA JUGA: Pengin Liburan Bareng Keluarga di Kuningan? Ajak ke Destinasi Ini Pasti Menyenangkan

"Backpackers dapat menikmati berbagai fasilitas bersama seperti dapur, ruang makan, ruang rekreasi, hingga coworking space, dan kolam renang," kata Rahmadi Aditya Putra, CEO dan Founder BestHostels Indonesia, dalam keterangan tertulis, Jumat (4/2).

Menurut Rahmadi, menginap di hostel atau dormitory menjadi alternatif bagi mereka yang lebih mengutamakan pengalaman berlibur dan petualangan, daripada menghabiskan anggaran untuk akomodasi.

BACA JUGA: Mau Liburan ke Bali? Destinasi Wisata Ramah Anak di Gianyar Ini Wajib Anda Kunjungi

"Karena biayanya lebih terangkau, Backpackers dapat mengalokasikan anggaran liburan untuk menjelajah destinasi tujuannya, mengunjungi atraksi wisata dan aktivitas lain," ujarnya. 

Dengan biaya yang terjangkau ini, hostel sangat cocok untuk liburan jangka pendek, staycation, transit, maupun long stay. Akomodasi tipe ini tak hanya ditemui di daerah wisata tetapi juga di dekat bandara.

"Kami juga telah memperkenalkan tren terbaru Work from Hostel yang memberikan pengalaman kerja sambil berlibur dengan biaya lebih terjangkau," tutur Rahmadi.

Dia mengungkapkan dengan menginap di hostel, backpackers turut mendukung roda perekonomian pengusaha lokal yang berkontribusi pada pemulihan pariwisata.

"Langkah kecil ini dimulai dengan mengubah mindset masyarakat terutama Gen Z dan millennial, kalau liburan tidak harus mahal," bebernya. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler