Ini Bahaya Membuang Masker Bekas Sembarangan, Mengerikan

Sabtu, 18 Desember 2021 – 11:55 WIB
Komunitas Aku Badut Indonesia (ABI) mengampanyekan pemakaian masker di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Bidang Penanganan Satgas Covid-19 Lia Partakusuma mengingatkan masyarakat tidak membuang masker medis bekas pakai ke sembarang tempat.

Bila dibuang sembarangan, sampah atau limbah masker medis bakal menimbulkan dampak yang cukup berbahaya.

BACA JUGA: Gegara Limbah Masker, 110 Petugas Kebersihan di TPST Bantargebang Sempat Tertulari Covid-19

“Bayangkan, limbah yang sedemikian banyak harus ada salurannya, limbah medis ini berbahaya. Apa saja bahayanya? Bisa infeksi kalau di dalam limbah, kuman bakteri virus yang bisa membuat orang tertulari,” ucap Lia di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/12).

Dia menjelaskan virus Covid-19 bisa bertahan di benda padat selama lima jam hingga tiga hari. Apabila pasien positif Covid-19 batuk dan mengenai masker, maka virus tersebut bisa bertahan di masker selama beberapa saat.

BACA JUGA: Dokter Norman Sebut Keteladanan Penggunaan Masker Menurun

Hal itu bakal berbahaya bagi petugas kebersihan limbah masker yang tidak mengetahui hal tersebut.

“Bayangkan masker yang dibuang diambil orang lain, orang tersebut potensi tertulari,” ujarnya.

BACA JUGA: Sandiaga Uno: Jangan Panik Menghadapi Varian Omicron

Limbah masker bekas juga mencemari lingkungan, apalagi masker yang memiliki bahan dasar plastik bakal sangat sulit terurai.

Selanjutnya adalah masker bekas pakai yang masih sering disalahgunakan oleh oknum tertentu.

“Beberapa orang mendaur ulang, disetrika, lalu dijual. Jadi, limbah medis perlu diperhatikan,” kata dia.

Limbah Masker Mencapai 493 Ton

Lia juga mengungkapkan, saat kasus Covid-19 sedang tinggi, limbah masker bekas di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan mencapai 493 ton per hari, padahal sebelumnya hanya 75 ton per hari.

“Yang tadinya 75 ton per hari naik 108 ton, naik jadi 300 ton per hari, kemarin naik menjadi 493 ton per hari,” ungkapnya. (mcr4/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur : Adek
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler