Ini Beberapa Masalah Jakarta yang Dibebankan ke Djarot

Jumat, 05 Desember 2014 – 06:49 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Dua tugas berat dibebankan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada Djarot Syaiful Hidayat selaku calon wakil gubernur. Yakni masalah maraknya minimarket dan masalah kemacetan.

"Saya ingin Djarot segera mengerjakan pekerjaan rumah (PR) DKI Jakarta yang sudah menumpuk untuk segera diselesaikan," ujar Ahok, kemarin (4/12).

BACA JUGA: DPRD DKI Tak Mau Mencicil Mobil Dinas

Ahok mengatakan, salah satu PR yang harus segera diselesaikan oleh Djarot yakni penyebaran minimarket yang semakin marak di Jakarta. Pertumbuhan minimarket di Jakarta hingga kini semakin tidak terkendali.

Menurut dia, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2002 tentang Perpasaran Swasta harus menjadi perhatian Djarot. "Minimarket di Jakarta, nanti menjadi salah satu tugas Pak Djarot, itu perlu dikendalikan pertumbuhannya," tandas dia.

BACA JUGA: Irman Gusman: Ahok Gagal Kalau Belum Keluarkan Obligasi Daerah

Dia menjelaskan, Djarot juga harus ikut membahas penguraian kemacetan. Mulai dari pembenahan transportasi masal. Termasuk upaya mengatasi masalah lainnya seperti kesehatan dan pendidikan.

"Dia memiliki pengalaman 10 tahun menjadi kepala daerah. Dia lebih berpengalaman dari saya menjadi kepala daerah. Saya harap semua PR yang menumpuk ini dapat kita selesaikan bersama," tutur Ahok.

BACA JUGA: Ahok Disarankan Berguru ke Ridwan Kamil Atasi Pengemis

Sementara itu, Djarot Saiful Hidayat mengaku siap menerima tugas. Menurut dia, setelah PDI Perjuangan resmi merekomendasikannya sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta, maka secara otomatis harus siap menjalankan tugas.

Program kerja gubernur DKI saat ini adalah kelanjutan dari program yang pernah dirumuskan Joko Widodo (Jokowi) sebelum menjabat sebagai presiden RI. "Saya akan segera bekerja begitu resmi dilantik," kata Djarot.

Saat ini, sambung Djarot, masih banyak masalah di ibukota yang belum beres. Sementara tahun ini merupakan tahun ketiga masa kerja Ahok di Jakarta. Setelah dua tahun pertama lebih banyak membenahi persoalan internal. Sehingga tahun ketiga merupakan masa pembuktian.

"Perlu kerja keras bersama banyak pihak menyelesaikan persoalan pelik Jakarta," ucap Djarot.

Secara personal, Djarot sudah mengenal Ahok sewaktu menjabat sebagai walikota Blitar (2000-2010). Pada waktu Pilkada DKI 2012, Djarot kembali berinteraksi dengan Ahok.

Saat itu, Djarot menjabat sebagai plt ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta sekaligus menjadi Panitia Pemenangan Pemilu Kepala Daerah. Tugasnya kala itu, memenangkan pasangan Jokowi-Ahok. (wok)

Tugas untuk Djarot (cawagub DKI Jakarta)
•    Mengatasi maraknya pertumbuhan minimarket di Jakarta
-    Terdapat 2.165 minimarket. Sebanyak 1.383 tak punya izin lengkap, 712 tak punya izin, sisanya berizin
-    Pertumbuhan meningkat pesat sejak tiga tahun terakhir
-    Pasar tradisional hanya 153 lokasi
-    Perda terkait yakni, Perda Nomor 2/2002 tentang Perpasaran Swasta, Perda Nomor 2/2009 tentang PD Pasar Jaya, dan Perda Nomor 3/2009 tentang Pengelolaan Area Pasar (dilanggar oleh pengusaha)
-    Instruksi Gubernur Nomor 7 tahun 2012 tentang Penataan dan Penertiban Minimarket dan 7-Eleven di DKI Jakarta (dilanggar oleh pengusaha)
-    Pengaturan jarak antara minimarket dengan minimarket lain minimal 500 meter, sedangkan jarak antara minimarket dan warung warga minimal 250 meter (dilanggar oleh pengusaha)
•    Berusaha mencari solusi dalam mengatasi masalah kemacetan
-    Jumlah kendaraan bermotor mencapai 16 juta unit
-    Pertumbuhan kendaraan tiga tahun terakhir rata-rata capai 11,26% per tahun
-    Pertumbuhan jalan hanya 0,01% per tahun

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kejagung Sita Kapal Dishub di Muara Angke


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler