Ini Bukti Pertanian Menjanjikan Bagi Kaum Milenial, Penghasilan Sebulan Rp 500 juta

Jumat, 23 Oktober 2020 – 20:49 WIB
Ilustrasi - Petani milenial makin berani membuat inovasi pertanian. Foto: kiriman dari BPPSDMP Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah petani milenial memberikan pengakuan betapa sektor pertanian sangat menjanjikan. Mereka juga mengajak anak muda Tanah Air menekuni dan menggeluti dunia pertanian.

Sebab, sektor pertanian adalah dunia pasti yang sangat menjanjikan untuk menambah jumlah penghasilan.

BACA JUGA: Kementan: UU Ciptaker Bertujuan Strategis dalam Menyejahterakan Petani

Hal itu dialami sendiri oleh Agus Ali Nurdin, petani milenial yang pernah ikut magang Kementerian Pertanian (Kementan) di Jepang ini menceritakan bahwa penghasilnya dari usaha tani bisa mencapai Rp 500 juta per bulan.

Bahkan, kata Agus, saat ini hasil sayurannya telah menyuplai kebutuhan ke berbagai outlet, mall dan restoran Jepang yang ada di Jakarta.

BACA JUGA: Lihat, Kapal Pemburu Bea Cukai dan Singapore Police Coast Guard Bertemu di Tengah Laut

"Kuncinya hanya satu, tanam, tanam dan tanam. Karena sejatinya manusia membutuhkan makanan dan produksi akan berjalan setiap harinya," ujar Agus dalam acara Tik-Talk Kementan yang digelar di Gedung PIA, Kementerian Pertanian, Jumat (23/10).

Menurut Agus, anak muda harus belajar memanfaatkan waktunya sendiri untuk sesuatu yang lebih produktif. Kaum milenial harus bisa menjadi inisiator perubahan bangsa yang lebih baik.

BACA JUGA: Prof Jimly Asshiddiqie: Ini Peluang Emas Indonesia Untuk Menekan AS

Karena itu, Agus berharap mereka mampu memanfaatkan berbagai fasilitas dan menyerap program pemerintah yang berkaitan dengan pertanian.

"Saya sudah membuktikan bahwa binaan Kementan bisa produktif dan inovatif dalam memajukan sektor pertanian," katanya.

Sementara itu, seorang petani milenial lainnya yang mengembangkan beras organik pringkasap, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa kunci menjadi seorang petani sukses adalah kebenaran dalam berinovasi.

Jika keberanian sudah tertanam dalam diri, maka bukan tidak mungkin Indonesia memiliki konglomerat muda yang berasal dari sektor pertanian.

"Selain berinovasi kita juga tidak boleh sendirian. Sebagai petani kita perlu tergabung dalam kelompok tani untuk menambah pengetahuan," katanya.

Perlu diketahui, usaha Dedi sebagai petani mampu mengantongi omzet bersih hingga Rp 100 juta per bulan.

Kisah nyata lainnya dari Pradizzia Triane Intan, meski usahanya baru seumur jagung, peternak telor ayam kampung ini mengaku sangat termotivasi dengan pengusaha muda lainya yang sukses mengembangkan usaha ternak.

"Sebagai alumni dari Polbangtan Bogor, saya ingin memanfaatkan ilmu yang saya dapat ketika di Polbangtan. Saya berharap bisa memberikan lapangan pekerjaan nantinya," katanya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri menyampaikan bahwa regenerasi petani merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Oleh karena itu, Kuntoro berharap petani milenial dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anak muda Indonesia.

"Kita semua bisa menjadi pahlawan pangan. Dan saya kira dengan menjadi petani milenial kita bisa membantu ketahan pangan," tutupnya.(*/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler