Ini Cara NFA Jaga Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras

Minggu, 29 Januari 2023 – 19:09 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi terus berupaya menjaga pasokan beras.Foto: NFA

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi terus melakukan stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) beras.

Menurutnya penyaluran beras medium terus diperluas dan ditingkatkan dengan mendorong beras Bulog ke penjualan ritel.

BACA JUGA: Bulog Buka-bukaan soal Penyebab Tingginya Harga Beras

Adapun langkah itu dilakukan untuk meningkatkan pelaksanaan SPHP sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo dalam rangka stabilisasi harga beras di tingkat konsumen.

"Perluasan dan peningkatan penyaluran SPHP melalui pasar ritel ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden agar kami mewaspadai kenaikan harga beras dengan melakukan langkah-langkah stabilisasi secara masif," ujar Arief dalam keterangan resmi, Minggu (29/1).

BACA JUGA: Harga Beras Menanjak Terus, Semua di Atas Rp 10 Ribu Per Kilogram, Cek Daftarnya

Melalui langkah tersebut, beras medium yang digelontorkan dalam program SPHP Bulog tidak hanya bisa didapatkan di Kanwil Bulog atau pasar-pasar tradisional tetapi juga di warung sekitar pemukiman warga, toko-toko Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog, dan ritel modern.

"Kami perluas distribusinya dengan menyasar dan memperbanyak toko-toko ritel yang ada di sekitar masyarakat," kata Arief.

Berdasarkan data yang dihimpun telah banyak daerah melakukan perluasan pendistribusian melalui toko dan gerai ritel setempat, di antaranya Provinsi Sulawesi Selatan, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Papua, Papua Barat, Kepulauan Riau, Jawa Barat, DKI Jakarta, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Riau, Yogyakarta, dan Jambi.

Arief menyampaikan pelaksanaan SPHP ini akan terus dilakukan setiap hari dengan lebih masif di seluruh Indonesia.

Selain itu, sampai dengan 28 Januari 2023 Bulog telah merealisasikan penyaluran SPHP sebanyak 161 ribu ton, jumlah tersebut meningkat 143 persen dibandingkan dengan penyaluran beras untuk stabilisasi stok.

Selain itu, untuk stabilisasi harga beras di Januari tahun 2022 yang tercatat sebanyak 66 ribu ton.

"Bulog di seluruh daerah kami minta melakukan operasi pasar beras SPHP ini setiap hari sampai dengan panen raya di Februati-Maret ini," ungkapnya.

Bulog sendiri mendapatkan penugasan dari NFA untuk melakukan penyerapan pada 2023 sebanyak 2,4 juta ton.

Kemudian, untuk stabilisasi sebanyak 1,2 juta ton sehingga ditargetkan di akhir tahun stok Bulog sekitar 1 juta ton.(mcr28/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler