Ini Catatan Ketua MPR Saat Berkunjung di Graha Pena

Kamis, 12 Mei 2016 – 23:48 WIB
Ketua MPR Zullkifli Hasan saat membuka acara diskusi bertema “Memaknai Demokrasi Pemilu Berintegritas” dan “Bedah Buku Selebritisasi Politik” di Graha Pena Jawa Pos, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Kamis (12/5). FOTO: Humas MPR RI for JPNN.com

jpnn.com - SURABAYA – Usai menjadi narasumber pada sosialisai Empat Pilar di Aula Garuda Mukti Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Kamis (12/5), Ketua MPR Zullkifli Hasan langsung menuju Graha Pena Jawa Pos di Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

Di sini, Zulkifli membuka acara diskusi bertema “Memaknai Demokrasi Pemilu Berintegritas” dan “Bedah Buku Selebritisasi Politik” karya Dr. Sufyanto.

BACA JUGA: Empat Kada Ini Bakal Dilantik Jumat Pekan Depan, Termasuk Wagub DIY?

Dalam sambutan singkatnya, Zulkifli Hasan menyatakan setelah 18 tahun reformasi sudah banyak yang kita rasakan. Demokrasi, kata dia, secara teknis mengalami percepatan luar biasa. Prosedurnya tambah hari  tambah baik, dan itu sudah dapat  kita rasakan.

Tapi  secara substansi, tujuan kita berdemokrasi adalah berdaulat untuk rakyat, dan tentunya bertujuan untuk kesejahteran rakyat. Namun kenyataannya, sekarang ini demokrasi mahal. Dan, ini berdampak pada ekonomi biaya tinggi.

BACA JUGA: KPK Dalami Dugaan Barter Ahok dengan APL

“Yang kita khawatirkan kedaulatan ada di mana,” kata Zullkifli Hasan.

Kalau demokrasi biayanya mahal, menurut Zulkifli Hasan,  tentu sponsor-sponsor  yang terpengaruh. Dan, pemilik modallah yang akan mengatur.

BACA JUGA: Tenang, Pak Jokowi Sudah Setuju Predator Seksual Dihukum Maksimal

“Nah, kalau dimodali orang  maka kepatuhannya bukan kepada rakyat, tapi kepada pemilik modal," katanya.

Untuk itu, Zulkifli berharap, diskusi ini perlu mencari bagaimana jalan keluarnya. Hanya saja, Zulkifli mengingatkan, substansi dari demokrasi itu adalah membuat keadilan, membuat kesejahteraan.

Tapi, kenyataannya sekarang, kata Zulkifli Hasan, gini rasio kita bertambah jauh, yaitu 0,47. Sekarang ini yang miskin tambah miskin, yang kaya bertambah kaya. Contohnya, dua orang desa menguasai 2 hektar sama dengan seribu hektar milik orang kota.(Adv/fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Janjikan Golkar yang Lebih Terbuka untuk Perempuan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler