Ini Dia 8 Merek Lokal yang Sering Dianggap Produk Asing (3)

Kamis, 25 Februari 2016 – 20:49 WIB
Sophie Paris. Foto: Ist

jpnn.com - JAKARTA – Nama yang kebarat-kebaratan membuat banyak merek asli Indonesia kerap dianggap produk asing. Hal itulah yang membuat banyak masyarakat Indonesia belum tahu bahwa produk tersebut asli tanah air. (jos/jpnn)

Berikut merek lokal yang sering dianggap produk asing:

BACA JUGA: HKTDC Hadirkan 8 Pameran Perdagangan Terkemuka

Sophie Paris

Jangan bayangkan bagaimana gurita bisnis Sophie Martin seperti saat ini. Layaknya bayi, Sophie Martin juga harus merangkak terlebih dahulu sebelum besar seperti sekarang.

BACA JUGA: Ini Dia 8 Merek Lokal yang Sering Dianggap Produk Asing (2)

Sophie Paris didirikan Bruno Hanson pada 1995 silam. Hanson mengawalinya dari sebuah industri rumahan dengan tiga tukang jahit yang bekerja di loteng. Mereka mampu menghasilkan tas-tas cantik yang mencuri perhatian.

“Karena penjualan yang makin pesat, Bruno Hasson merekrut karyawan, menyewa gedung dan menerapkan sistem direct selling yang memanfaatkan tenaga penjual yang diberi insentif untuk menjualkan produk Sophie Martin,” demikian sejarah Sophie Martin di laman resmi perusahaan.

BACA JUGA: Ini Dia 8 Merek Lokal yang Sering Dianggap Produk Asing (1)

Setelah itu, Sophie Martin dipasarkan melalui sistem MLM. Krisis moneter 1998 silam mendatangkan peluang karena masyarakat memilih menggunakan tas Sophie Martin dibanding barang branded.

Selain itu, gelombang PHK juga membuat Sophie Martin kebanjiran member baru. Sejak saat itu, Sophie Martin pun menjadi perusahaan MLM nomor satu di Indonesia.

Sophie Martin go international ke Filipina pada 2002. Enam tahun berselang, mereka melakukan strategi branding Sophie Paris. Sophie Martin menjadi bagian dari brand besar Sophie Paris yang memayungi beberapa brand di bawahnya . Masing-masing brand mewakili karakteristik target market yang dituju. Mereka juga merambah Maroko dan membuka cabang di Casablanca. Sophie Paris melebarkan sayapnya ke Vietnam pada 2010.

Buccheri

Tidak banyak yang tahu bahwa Buccheri sebenarnya merupakan produk Indonesia yang diperkenalkan sejak 1980 silam. Buccheri kali pertama membuka toko di Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Sejak kemunculannya, Buccheri sudah mencuri perhatian. Buccheri meneguhkan statusnya sebagai merek sepatu dan sandal paling berpengaruh di dalam negeri.

Saat ini, Buccheri telah memiliki lebih dari 90 cabang yang tersebar di seluruh kota-kota besar di Indonesia. Perkembangan industri pemasaran membuat Buccheri mengembangkan  konsep online store.

“Produk Buccheri didedikasikan untuk para pembeli berjiwa dinamis yang menyukai desain sepatu fashion ataupun formal,” demikian tulis laman resmi Buccheri. (jos/jpnn)

 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Offline dan Online Bersinergi, Bhineka Tumbuh 3 Digit


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler