Ini Kata Demokrat soal Kemungkinan SBY 'Nyapres' Lagi

Senin, 07 Mei 2018 – 18:35 WIB
Susilo Bambang Yudhoyono. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sekelompok masyarakat melakukan uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pembatasan masa jabatan presiden dan wakil presiden (wapres) dua kali di Undang-undang Pemilihan Umum (UU Pemilu).

Jika berhasil, maka kemungkinan Jusuf Kalla bisa mencalonkan diri lagi sebagai wakil presiden, meski sudah kali menjabat. Bahkan, bisa saja Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dicalonkan sebagai presiden lagi. Tapi, apakah Partai Demokrat akan melakukan itu jika aturannya memungkinkan?

BACA JUGA: Demokrat Ogah Bantu Kader yang Terjerat OTT KPK

Komunikator Politik Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku pihaknya menghormati langkah yang diambil kelompok yang melakukan gugatan ke MK.

"Kami menghormati itu mungkin upaya bagi Pak JK atau orang yang mendukung Pak JK," kata dia di gedung DPR, Jakarta, Senin (7/5).

BACA JUGA: Pilpres 2019: Poros Ketiga Punya Daya Tawar Tinggi

Namun, dia menegaskan, jika uji materi itu dikabulkan maka Partai Demokrat tidak akan kembali mengusung SBY.

"Karena beliau sudah menyatakan "saya cukup dalam pertarungan seperti itu" dan beliau sudah menurunkan regenerasi kepada generasi selanjutnya di Partai Demokrat," ungkap Ferdinand.

BACA JUGA: Gerindra: Publik Menghendaki Perubahan Kepemimpinan Nasional

Dia menegaskan jika Partai Demokrat diminta untuk mengusung kadernya saat ini menjadi presiden maka partai akan mengusulkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Lebih lanjut Ferdinand mengatakan, SBY akan maju lagi ketika sebuah situasi nasional memaksanya harus turun gunung kembali. "Tetapi ketika tidak ada situasi nasional yang memaksa saya pikir Pak SBY tidak akan maju lagi," ungkapnya.

Dia pun menegaskan SBY dan JK tidak pernah berkomunikasi terkait adanya uji materi di MK tersebut. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pilpres 2019: Hasil Survei Ini Sungguh Mengejutkan


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler