Ini Keluhan Hulman Sitorus Sebelum Menghembuskan Napas Terakhir

Kamis, 08 Desember 2016 – 17:13 WIB
Suasana rumah duka Hulman Sitorus dipadati pelayat dan sanak keluarga, Kamis (8/12). Foto: DHEV BAKKARA/METRO SIANTAR/JPNN.com

jpnn.com - SIANTAR – Hulman Sitorus meninggal dunia. Sebelum meninggal, mantan walikota Siantar (2000-2015) itu sempat mengeluhkan rasa sakit di dadanya.

Rizki Sitorus, salah seorang anak Hulman saat ditemui di rumah duka mengatakan bahwa Kamis (8/12) sekira pukul 01.00 WIB, ayahnya yang sudah sempat tertidur di kamarnya terbangun dan mengaku dadanya sakit.

BACA JUGA: Hulman Sitorus, Pemenang Pilkada 2016, Meninggal Dunia

“Kira-kira jam 1 bapak bangun. Katanya dadanya sakit, tapi bukan sesak napas,” jelasnya.

Saat itu, Hulman Sitorus, incumbent yang memenangkan pilkada 2016 itu, meminta Rizki membuatkan jus belimbing untuk diminumnya.

BACA JUGA: Sebarkan Postingan SARA, Martien Zeegeer Ditangkap Polda Jabar

“Waktu kukasih jus belimbing, langsung diteguknya sampai habis. Setelah itu dia golek-golek lagi,” jelasnya.

Hanya saja, beberapa saat kemudian ayahnya bangun lagi dan kembali mengeluhkan dadanya yang semakin sakit.

BACA JUGA: Bea Cukai Musnahkan Ratusan Botol Miras dan Minuman Kaleng Ilegal

Dia kemudian meminum obat yang sebelumnya diberikan dokter.

Namun, usai minum obat, sakit di dada Hulman Sitorus tak berkurang.

“Kami ajak bapak ke rumah sakit, tapi bapak bilang badannya sudah sulit digerakkan. Bapak bilang besok pagi aja langsung ke Penang,” jelasnya.

Sekira pukul 02.30 WIB, Hulman kembali mengeluh sakit di dadanya. Bahkan, saat itu dia langsung muntah-muntah dan tak bisa bergerak lagi.

“Bapak muntah-muntah, keluar semua air, langsung merah matanya, nggak bisa lagi bergerak. Langsung kuhidupkan mobil dan kami bawa bapak. Waktu di mobil, badannya sudah dingin,” katanya, seperti diberitakan Metro Siantar.com (Jawa Pos Group).

Melihat hal itu, kerabat Hulman yang ikut di dalam mobil sempat berupaya memompa jantung Hulman Sitorus sembari membawanya ke Rumah Sakit Vita Insani.

“Langsung kami larikan dan dipompa di mobil,” jelasnya.

Sayangnya, hanya beberapa saat dirawat, Hulman menghembuskan napas terakhirnya.

“Baru kali ini dikeluhkan dadanya sakit. Selama ini cuma sinus sama kolesterol,” kata Rizki yang masih tak percaya ayahnya telah pergi. (MS/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintah Bangun Jalan Raya, 91 Warga Desa Mendadak Kaya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler