Ini Keterangan Kepala Sekolah Terkait Meninggalnya Evan

Senin, 03 Agustus 2015 – 16:36 WIB
Siswa – siswi sekolah Flora mengikuti mata pelajaran olahraga, Senin (3/8). FOTO : Ivan Pramana Putra /GOBEKASI.co.id/JPNN

jpnn.com - BEKASI - Kasus meninggalnya siswa kelas 7 SMP Flora, Evan Christoper Situmorang (12)  yang disebut-sebut disebabkan pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS), mendapat tangapan Kepala Sekolah Flora, Maria, hari ini  (3/8).

Menurut Maria pelaksanaan MOS berjarak jauh dengan meninggalnya Evan. Dia katakan, pelaksanaan  berlangsung pada tanggal 7 Juli- 9 Juli, sedangkan meninggalnya Evan pada tanggal 30 Juli 2015.

BACA JUGA: Siswa Meninggal Seusai MOS, Menteri Anies Geram

Maria lantas menceritakan kronologis MOS serta sakitnya Evan. “Jadi Evan mulai sakit kakinya itu pada tanggal 28 Juli, dimana saat itu Evan sedang mengikuti pelajaran Jasa Pembukuan dengan guru bu Anita Napitupulu,” ucap Maria.

Masih menurut Maria, saat itu Evan sedang mengikuti pelajaran sekitar pukul 08.15WIB dan Evan mau ke kamar kecil, dan tiba-tiba kakinya Evan tidak bisa bergerak.

BACA JUGA: Kemendikbud Didesak Bikin Buku Panduan MOS

“Saat itu Evan mau ke kamar mandi dibantu oleh dua guru yaitu Pak Pitoye sama Pak Yaman,” papar Maria.

Setelah selesai dari kamar Mandi, Evan pun kembali digotong dua guru tersebut menuju ruangan kelasnya lagi. Setelah kembali ke kelas, kaki Evan, kata Maria, diolesi balsam dengan menggunakan balsam yang biasa dipakainya.

BACA JUGA: Kemenristek-Dikti Gandeng PBNU Lahirkan Inovator

“Saat diberikan balsem kata Maria, Evan tidak merasakan apapun di kakinya serta tidak bisa digerakkan juga, dan saat itu sekitar pukul 08.21 kami telepon ayahnya,” papar Maria.

Setelah itu Evan di pindahkan ke teras kelas. Selang 10 menit ibunya Evan kemudian datang ke sekolah.

“Setelah datang ke sekolah ibunya memarkir motornya dan sempat berbicara dengan kami.  Saat kami berbicara "bagaimana bu?" Ibunya mengatakan "Evan saya bawa pulang saja",” beber Maria.

Setelah dibantu naik ke motor, pihak sekolah menyarankan agar Evan dibawa ke Puskesmas terdekat.

Namun, meski membantah MOS jadi penyebab kematian Evan, Maria mengaku saat pelaksanaan ada hukuman bagi peserta MOS yang bersalah.

“Memang saat pelaksanaan MOS ada punishment (hukuman,red), bagi yang memiliki kesalahan, namun apakah Evan dikenakan Punishment saya belum koordinasi dengan panitia MOS,”  tandas Maria. (cr21/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... SMP Jauh, Harus Ngekos, Banyak yang Putus Sekolah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler