Ini Penjelasan IRRI Soal Plakat Penghargaan untuk Indonesia

Kamis, 08 September 2022 – 22:31 WIB
Presiden Joko Widodo didampangi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di acara penyerahan penghargaan dari IRRI yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Minggu (14/8). Foto: Dokumentasi Kementan

jpnn.com, JAKARTA - International Rice Research Institute (IRRI) mengklarifikasi misinformasi terkait penghargaan yang diberikan lembaga riset itu kepada pemerintah Indonesia bulan lalu.

Perwakilan IRRI untuk Indonesia, Hasil Sembiring, mengungkapkan pembuatan plakat penghargaan untuk pemerintah Indonesia dilakukan oleh Kementerian Pertanian.

BACA JUGA: Indonesia Bisa Swasembada Sapi, Ini Syaratnya

Namun, pembuatan plakat itu dilakukan setelah berdiskusi dengan pihak IRRI atas pertimbangan efisiensi.

“Saya luruskan, betul (plakat) dibuat di Indonesia, tetapi sudah disepakati bersama. Untuk praktisnya saja. Cuma saya agak bingung hal-hal (misinformasi) begitu dibahas. Kata-kata di sertifikat itu sama dengan yang tertulis di plakat,” kata Hasil ketika dihubungi via telepon.

BACA JUGA: Produksi Padi Terus Meningkat, Pemerintah Bisa Mempertahankan Penghargaan IRRI

Dia mengatakan penghargaan diberikan IRRI untuk Indonesia yang mampu mencapai swasembada beras.

Dalam kurun tiga tahun terakhir, 2019-2021, Indonesia tidak melakukan impor beras medium.

BACA JUGA: Penghargaan IRRI Menjadi Bukti Lumbung Beras Indonesia Masih Aman

“Angka itu angka dari BPS (Badan Pusat Statistik), dan itu benar. Dulu Kementan dan BPS sama-sama mengeluarkan angka. Kalau sekarang angka cuma satu, dari BPS. Apa yang di-statement itu angka BPS. Kami juga kroscek dengan angka-angka dari FAO (Food and Agriculture Organization),” tutur Hasil.

Ihwal perbedaan tanggal penghargaan yang tertera di plakat dengan hari penyerahan kepada Indonesia, jelas Hasil, semata-mata karena padatnya perjalanan dinas Direktur Jenderal IRRI Jean Ballie serta kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan bekerja dari rumah (work from home/ WFH).

Plakat tertanggal 5 Juli 2022, sementara penyerahan penghargaan dilakukan pada 14 Agustus 2022.

“Sudah ada diskusi antara Pak Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo) dan Dirjen IRRI. Sudah dibahas (mereka berdua). Jadi, memang kata-kata yang di plakat seperti kata-kata di sertifikat. Waktu itu kami masih WFH dan itu disetujui di IRRI,” kata Hasil.

Dia menambahkan fasilitas seperti biaya perjalanan, akomodasi penginapan hingga uji polymerase chain reaction (PCR) dilakukan dengan biaya sendiri dari pihak IRRI.

“Dirjen IRRI juga pakai uang kantor sendiri, hotel, swab, perjalanan, sendiri,” kata Hasil.

Pemberian penghargaan oleh IRRI sempat dipertanyakan oleh Ketua Komisi IV DPR Sudin dalam rapat kerja Komisi IV dengan Kementan, Rabu (31/8).

Dalam rapat itu, Sudin mempermasalahkan teknis dan proses pemberian penghargaan dalam bentuk plakat yang dibuat oleh Kementan.

DPR juga mempertanyakan akomodasi rombongan IRRI selama di Indonesia.

Sebelumnya, IRRI menyerahkan penghargaan kepada pemerintah Indonesia atas keberhasilan mewujudkan swasembada beras dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal IRRI Jean Balie kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler