Ini Peran Perkedwi Jakarta Dalam Mengembangkan Wisata Kesehatan

Senin, 01 Mei 2023 – 20:29 WIB
Ini Peran Perkedwi Jakarta Dalam Mengembangkan Wisata Kesehatan. Foto: dok. IDI

jpnn.com, JAKARTA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah membentuk perkumpulan bernama Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia (Perkedwi) sejak 2009.

Organisasi profesi kedokteran ini mengembangkan konsep 'Wisata Kesehatan Indonesia atau medical tourism.

BACA JUGA: PB IDI Minta Pembahasan RUU Kesehatan Dihentikan, Uni Irma Menghajar Balik

Ketua IDI Jakarta dr. Aldrin Neilwan Panca Putra mengatakan kosep tersebut terbagi ke dalam 5 pilar, yakni Wisata Medis, Wisata Kebugaran, Estetika, Anti-penuaan dan Herbal Tersaitifikasi.

Kemudian, Wisata Ilmiah Kedokteran, Wisata Olahraga yang mendukung Kesehatan, dan Dukungan Sektor Kesehatan di Destinasi Prioritas dan Superprioritas.

BACA JUGA: Pemerintah Gencarkan Pengembangan Wisata Medis di Masa Pandemi

"Kami punya satu prinsip, tidak ada kata terlambat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jadi, lebih cepat akan lebih baik," kata Aldrin Neilwan, dalam keterangannya, Senin (1/5).

Dia pun berharap dengan makin kuatnya Perkedwi, Indonesia akan menjadi salah satu pelayan kesehatan terbaik di dunia dan menghasilkan devisa negara.

BACA JUGA: Hadirkan Faskes Lengkap & Modern, RS Siloam Labuan Bajo Dongkrak Wisata Medis

"Saya berharap industri wisata kesehatan Indonesia, seperti transplantasi rambut, pengobatan dan sebagainya akan berkembang dengan baik dan pesat,” katanya.

Perkedwi Wilayah DKI Jakarta membawahi 7 bidang yang akan bersinergi guna memastikan langkah DKI dalam Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia.

Saat ini, DKI Jakarta menjadi daerah utama dengan fasilitas dan potensi pengembangan wisata kesehatan terbaik di tanah air.

Ketua Perkedwi Wilayah DKI Jakarta periode 2023 – 2025, dr. Aditiawarman mengungkapkan bahwa hingga saat ini dokter di Jakarta, baik dokter spesialis maupun dokter umum, jumlahnya di atas 10 ribu orang.

Dia pun optimistis Perkedwi Wilayah DKI Jakarta akan memiliki keanggotaan terbesar. “Kenggotannya sekarang ini masih sebatas volunteer atau sukarela," ujar Aditiawarman.

Namun, kata dia, ketika organisasi sudah mulai bisa memberikan kontribusi kepada anggota, pihaknya bisa menerapkan sistem keanggotaan lewat penomoran, artinya dengan nomor organisasi yang yang jelas. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler