Ini Segitiga Emas Peredaran Narkoba di Asia Tenggara

Kamis, 20 Juli 2017 – 18:19 WIB
Sebanyak 1 ton Sabu-sabu diamankan petugas gabungan dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok di sebuah dermaga bekas Hotel Mandalika, Anyar, Serang, Kamis (13/7). Foto: Qodrat/Radar Banten/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari mengatakan, jalur distribusi sabu-sabu satu ton yang diungkap beberapa waktu lalu melewati Laos, Myanmar, dan Thailand.

Dia mengklaim tiga negara itu dikenal dengan nama Segitiga Emasa alias lokasi distribusi dan peredaran narkoba di wilayah Asia Tenggara.

BACA JUGA: Polisi Akui Kesulitan Ungkap Kartel 1 Ton Sabu-sabu

"Segitiga Emas itu marak dengan narkotika," kata Arman di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (20/7).

Namun, menurut Arman, ada perubahan jenis narkoba yang beredar di tiga wilayah itu.

BACA JUGA: Kapolri: Sabu-sabu 1 Ton Harus Segera Dimusnahkan

Arman menganggap heroin tak lagi menjadi narkoba yang paling diminati.

"Segitiga Emas dulu marak narkotika jenis heroin. Sekarang sudah tidak diminati. Sekarang malah marak sabu-sabu dan ekstasi," ujar Arman.

BACA JUGA: Parah, 5 Oknum Polres Bintan Tukar BB Sabu dengan Tawas, Ada Juga yang Dijual

Arman menambahkan, aparat kepolisian dan Bea Cukai di seluruh wilayah ASEAN masih terus berupaya mengungkap sindikat narkoba di kawasan Segitiga Emas.

Menurut dia, ada satu target wilayah yang diduga sebagai lokasi surga narkoba baru, yaitu Sungai Mekong, Tiongkok.

"Sumbernya d Myanmar, Laos, dan Thailand. Ini jadi perhatian bersama," kata Arman.

Pemberantasan narkoba, kata Arman, harus melibatkan hubungan dengan baik antarnegara.

Dia mengapresiasi Filipina yang menerapkan peraturan tembak mati terhadap gembong narkoba.

"Khususnya narkoba di kawasan ASEAN, karena ada tindakan tegas di beberapa negara khususnya d Filipina," tandas dia. (Mg4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Telusuri Selebritas Pelanggan Narkoba dari Pretty Asmara


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
narkoba   sabu-sabu  

Terpopuler