Ini Strategi Pemerintah Bikin Harga Gas Bumi Murah

Selasa, 28 Maret 2017 – 01:03 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) terus berupaya membuat harga gas bumi makin murah.

Salah satu caraya dengan mengatur kembali distribusi.

BACA JUGA: Jonan Wajibkan Seluruh SPBU Pasang Dispenser BBG

Distribusi gas yang bakal diatur terutama di sisi midstream.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menuturkan, faktor distribusi, transportasi, dan regasifikasi merupakan hal-hal yang membuat harga gas tinggi dan harus disesuaikan.

BACA JUGA: Ogah Kecolongan, Kementerian ESDM Gandeng BNPT

’’Di Benoa, pipanya lima km. Itu nanti di pelabuhan macam-macam yang charge sampai kira-kira gasnya dari Bontang (hulu, Red) di bawah USD 6 per mmbtu. Biaya midstream, transportasi, distribusi, dan regasifikasi kira-kira juga lebih dari USD 5 per mmbtu. Ini harus disesuaikan,’’ ujarnya.

Jonan menyatakan, penurunan harga gas adalah salah satu upaya pemerintah agar industri dalam negeri dapat berkompetisi.

BACA JUGA: Percayalah, Gaya Freeport Mirip Reinkarnasi VOC

’’Kalau energi dasarnya tidak kompetitif jika dibandingkan dengan negara lain, nanti industrinya tidak kompetitif. Yang lebih parah, nanti tarif listrik naik terus,’’ katanya.

Sebagaimana diketahui, saat ini baru ada tiga industri yang telah memperoleh penurunan harga gas, yakni pupuk, petrokimia, dan baja.

Beberapa industri lainnya diusulkan memperoleh fasilitas serupa.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengungkapkan, aturan harga gas yang aktif per 1 Januari 2017 tersebut merupakan titik tengah yang paling tepat yang diambil pemerintah.

’’Apa saja yang tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 40 Tahun 2016 adalah titik tengah karena pemerintah juga harus memperhatikan sektor hulu. Jika harga terlalu murah, industri hulu migas tidak bakal berkembang. Minat investasi sektor migas saat ini menurun cukup signifikan,’’ tuturnya. (dee/c14/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kelola Dampak Konflik dengan Freeport agar Tak Repot


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler