Ini Tanah Rencong, Bukan Tanah Bencong!

Gunduli 12 Waria, AKBP Untung Sangaji Didukung Warga

Jumat, 02 Februari 2018 – 22:33 WIB
Ratusan masa berdemo di depan Masjid Raya Baiturahman, Banda Aceh, NAD, Jumat (2/2). Foto: Murti Ali Lingga/JawaPos.com

jpnn.com, BANDA ACEH - Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Surianata Sangaji yang sedang diproses oleh Polri karena menggunduli 12 waria justru memanen dukungan luas dari masyarakat Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Polisi yang kondang dengan panggilan Untung Sangaji itu dianggap sudah bertindak tepat dalam memberantas perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

Jumat (2/2), ratusan massa dari 147 lintas organisasi kemasyarakat an (ormas) di NAD menggelar aksi di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh guna mendukung tindakan Untung menggunduli waria. Aksi itu sekaligus untuk menolak kaum LGBT di NAD.

BACA JUGA: Anak Buah Gunduli Waria, Kapolres Aceh Utara Digarap Propam

Massa memulai aksi mereka setelah salat Jumat. Mereka membawa serta dan membentangkan sejumlah spanduk serta umbul-umbul berisi pernyataan sikap.

"Untung, Untung, Untung ada Pak Untung. Syariat Islam tegak di Aceh," teriak orator diikuti massa serentak.

BACA JUGA: Sori, Zulhas Sudah Capek Ditanya soal Fraksi Pendukung LGBT

Massa silih berganti menyampaikan orasi yang menyatakan dukungan secara penuh terhadap Untung Sangaji. Selain itu, mereka juga menandatangi pernyataan sikap menolak LGBT di Aceh di atas kain putih sepanjang sekitar 5 meter.

Tengku Bulqaini dari perwakilan Daya Aceh menyatakan, masyarakat Aceh bersama dengan para ulama sangat mendukung kebijakan Untung terhadap para waria. Sebab, warga NAD menolak LGBT.

BACA JUGA: Komunitas LGBT di Indonesia Semakin Terancam

“Apa yang telah dilakukan Pak Untung itu adalah suatu langkah yang sangat tepat. Dia telah menertibakan waria, kemudian dikembalikan menjadi lelaki normal,” katanya.

Menurut Bulqaini, penegakan dan penerapan syariat Islam di Aceh selama ini selalu dibenturkan dengan hak asasi manusia (HAM) oleh sejumlah pihak, khususnya pendukung kaum LGBT di level nasional maupun internasional. Dia menilai masyarakat luar Aceh tidak memahami tentang aturan yang berlaku di Tanah Serambi Mekkah itu.

Padahal, masyarakat Aceh lebih manusiawi. Sehingga tidak tepat orang lain mengajarkan tentang HAM.

“Banyak yang menuntut hak-hak tapi mereka lupa akan kewajiban. Kalau mereka masih berhubungan sesama jenis, maka akan membawa penyakit di negeri ini. Sebab, itu orang yang sudah sakit harus diobati dan dikembalikan ke jalan yang benar,” tegasnya.

Sementara Tgk Mursyuddin Ishak dari Aliansi Pecinta Syariat Islam (APSI) mengatakan, Untung Sangaji yang kini sedang diproses oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda NAD wajib didukung. Sebab, Untung justru sudah bertindak tepat dan bijak.

“Masyarakat Aceh mendukung Untung Sangaji. Mendukung pembinaan LGBT yang dilakukan sebagai bentuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan kaum waria yang populasinya terus bertambah,” kata dia.

Dia mengingatkan pihak-pihak yang tidak senang atas tidakan Untung dan aturan yang belaku di Aceh agar tak selalu merasa benar. Sebab, Aceh jelas berbeda dengan daerah lain di Indonesia yang memiliki keistimewaan berupa qanun tentang syariat Islam.

”Ini tanah Rencong, Bukan Tanah Bencong. Jangan ajarkan kami tentang HAM, karena kami juga tahu itu,” pungkasnya.

Aksi itu berjalan damai dan dikawal puluhan anggota Polresta Banda Aceh, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatuh Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh. Aksi yang berlangung hampir dua jam ini juga mendapat perhatian masyarakat dan pengguna jalan.

Bahkan tak sedikit dari mereka ikut berhenti dan menyaksikan aksi unjuk rasa tersebut. Polisi terpaksa mengalihkan arus lalu lintas persis di depan Masjid Raya Baiturahman.(mal/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hadiri Mauludan, Bamsoet Serukan Pilkada Damai dan Anti-LGBT


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler