Inilah Bukti Mas Nadiem Makarim Sayang Guru

Kamis, 21 Mei 2020 – 06:42 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan mengenai anggaran tunjangan guru. Ilustrasi Foto: Humas Kemendikbud

jpnn.com, JAKARTA - Mendikbud Nadiem Makarim memastikan tidak ada pemotongan anggaran untuk tunjangan guru pada pergeseran atau refocussing anggaran Kemendikbud untuk penanganan pandemi COVID-19.

Begitu pun anggaran bantuan untuk Perguruan Tinggi Swasta.

BACA JUGA: Penjelasan Mendikbud Nadiem Makarim soal Siswa Kembali Bersekolah

"Kami memastikan tidak ada pemotongan anggaran tunjangan guru maupun bantuan untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam refocussing anggaran ini," ujar Nadim dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR di Jakarta, Rabu (20/5).

Mas Nadiem menambahkan pemotongan anggaran sebesar Rp4,9 triliun berasal dari kegiatan pendukung dana manajemen termasuk perjalanan dinas, rapat, dan acara-acara yang tidak dapat dilakukan.

BACA JUGA: Rizal Ramli Sebut Faisal Basri Meledek Pemerintahan Jokowi

Kemudian dari anggaran pembangunan infrastruktur yang ditunda seperti renovasi kantor pusat dan anggaran Kemendikbud untuk renovasi sekolah, pembangunan unit sekolah baru dan ruang kelas baru.

Anggaran lain yang dipangkas yakni pelatihan guru secara tatap muka yang tidak bisa dilakukan dan harus dirancang ulang sebagai pelatihan secara daring, penyediaan sarana prasarana ke SMK dan perguruan tinggi yang ditunda.

BACA JUGA: Din Syamsuddin: Jika Ada Umat Merasa Aman, Tidak Baik Menghalanginya

Nadiem memastikan tidak ada perubahan anggaran pada peningkatan TIK, bantuan KIP, KIP Kuliah, tunjangan profesi guru serta bantuan perguruan tinggi swasta.

"Tidak ada pemotongan untuk hal-hal yang dibutuhkan pada saat pandemi COVID-19 ini berlangsung," kata dia lagi.

Wakil Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian mengatakan pihaknya terpukul dengan besarnya pemotongan anggaran yang dilakukan. Namun pihaknya dapat menerima keputusan tersebut.

Meski demikian, Hetifah meminta Kemendikbud untuk memastikan agar bisa melakukan apa saja yang sudah direncanakan sebelumnya.

"Pandemi COVID-19 ini memberikan percepatan pada pendidikan kita. Terutama pada pembelajaran jarak jauh," kata Hetifah.

Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Golkar Ferdiansyah, meminta Nadiem untuk menjabarkan pemotongan anggaran pada setiap satuan kerja dan bagaimana upaya antisipasi pemotongan anggaran tersebut terhadap kinerja satuan kerja. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler