Inilah Catatan Emon tentang Kerinduan pada Almarhum Ayahnya

Ingin Berangkatkan Ibunya ke Tanah Suci

Jumat, 09 Mei 2014 – 09:31 WIB

SUKABUMI -- Pengungkapan misteri para korban sodomi yang dilakukan tersangka Andri Sobari alias Emon (24) akhirnya terkuak. Jajaran Polres Sukabumi Kota menemukan dua buah buku catatan di dapur rumahnya. Kedua buku tersebut tersimpan di sebuah meja makan dalam kondisi bertumpuk.
    
Buku pertama berukuran tanggung atau diperkirakan berukuran 10x15 sentimeter bermotif batik dengan warna hijau. Di dalamnya, terdapat curahan hati serta puisi yang ditulis tangan Emon sejak 2012 lalu.     

Sedangkan buku kedua yang ditemukan polisi di tempat yang sama. Ukurannya diperkirakan 15x20cm dengan sampul berwarna kuning bergambar boneka. Di dalamnya, terdapat nama-nama korban dan curhatan Emon.
    
Kapolreas Sukabumi Kota AKBP Hari Santoso menuturkan, pada buku catatan tersebut, pihaknya menemukan 120 anak yang diduga korban sodomi Emon. Pada lembaran pertama ada sebanyal 100 nama dan pada lembaran kedua 20 nama yang diduga korban.

BACA JUGA: Bocah SD Sodomi Lima Anak

"Kita sudah temukan buku catatannya, kita juga masih menyelidiki kasus ini," ujar Hari dalam konferensi persnya kepada awak media, kemarin (8/5).      

Namun untuk penjelasan lebih rincinya akan dibahas pada pertemuan hari ini (9/5) yang rencananya akan diungkapkan Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Martinus Sitompul. " Tidak hanya itu, rencananya besok (hari ini, red) akan diumumkan hasil visum korban dan pelaku," tambahnya.
    
Diterangkan Hari, dari hasil penyelidikan terkait daftar nama di buku Emon, sementara pihaknya menemukan kecocokan nama korban dengan yang ditulis tersangka sekitar 70 persen dan yang lainnya  tengah dalam penyelidikan lebih lanjut. Disinggung terkait adanya nama korban yang meninggal atas nama US, Hari belum bisa memastikannya.

BACA JUGA: Ngaku Malu, Ibu Buang Bayi di Sumur hingga Tewas

Sebab buku tersebut akan dipelajari lebih dalam, mengingat pada buku tersebut terdapat curhatan tersangka yang ditujukan kepada almarhum bapaknya. "Dibaca sekilas intinya, kekaguman kepada ibu dan bapaknya," terang pria berpangkat dua melati emas ini.
    
Lebih lanjut ditambahkan Hari, dari hasil BAP dan keterangan tersangka serta korban dapat diketahui bahwa Emon tidak menyodomi seluruh korbannya. Adapun rinciannya yakni, untuk Sodomi mencapai 22 orang meningkat empat korban dari yang sebelumnya 18 korban,

Digesek-gesek sebanyak 32 korban, tidak diapa-apakna atau hanya bertemu tersangka 21 orang, khawatir 2 orang, melihat tersangka tengah menyodomi korbannya 9 orang, diraba-raba 4 orang, serta yang diancam atau dianiaya sebanyak 1 orang.
    
Sementara dari petikan curhatan yang dituangkan Emon ke dalam tulisannya, ia mengisahkan kasih sayang ayahnya yang telah tiada. Ini petikan curhatan Emon.

BACA JUGA: Suami Dibacok jadi Tersangka, Istri Marahi Polisi

"Semua memanggilmu Ayah, yang kami cintai. Dan  kami kasihi. Kini telah tiada untuk selama-lamanya. Berat hari ini untuk melupakanmu. Hari demi hari telah kami lalui tanpa kehadiranmu, wajahmu, senyumanmu, tawamu, tapi kami semua masih bisa merasakan kehangatan dan masih sayangmu. Tapi kami semua masih bisa merasakan kehangatan dan masih sayang, yang telah kau berikan kepada kami, ayah. Telah mendampingku dikala sakit, dikala sehat, ayah telah memberikan kami rasa percaya diri. Ayah telah memberikan kami pertolongan ayah. Dilubuk hati yang paling dalam, bagiku ayah nomor satu sedunia. Ayah begitu baik dan penuh tanggungjawab. Pengorbanan. Tidak bisa semua kebaikan dan pengorbanan dilupakan".
    
Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Sulaeman menambahkan, dari buku catatan harian 'Si Emon',pihaknya menemukan sebuah catatan mengharukan dari sang predator sodomi tersebut.

Dituliskan, bahwa Emon menyakini dirinya akan sukses bekerja di PT tempatnya bekerja dan kelak Emon ingin memberangkatkan orangtuanya untuk pergi haji. "Aku kepengen sukses dan memberangkatkan ibuku ke tanah suci Mekkah," kata Sulaeman membacakan penggalan curhatan Emon. (why/l)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Diperkosa Murid Kelas 3 SD, Bocah TK Sering Menangis


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler