Inilah Efek Negatif Mengonsumsi Daging Sapi

Selasa, 01 Agustus 2017 – 10:40 WIB
Daging sapi. Foto: Radar Kaltara/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ada berbagai macam jenis makanan yang bisa Anda buat dengan mengolah daging sapi. Mulai dari sate, tongseng, semur dan masih banyak lagi.

Namun, daging yang satu ini bukan berarti tidak memiliki sejumlah efek samping untuk kesehatan tubuh Anda.

BACA JUGA: Percayalah, Susu Kental Manis Aman Dikonsumsi Anak

Rasa daging sapi yang enak belum tentu akan menyehatkan Anda. Berbagai faktor bisa memengaruhi kesehatan tubuh Anda jika Anda mengonsumsi daging ini terlalu banyak.

Efek buruknya juga bisa diakibatkan oleh cara pengolahan yang salah sehingga nutrisi dalam daging sapi yang Anda butuhkan cenderung berkurang atau bahkan menghilang sama sekali.

BACA JUGA: Harga Daging Sapi Bakal Naik Lagi

Berikut ini beberapa efek negatif mengonsumsi daging sapi, seperti dilansir laman Self, Senin (31/7).

1. Beef Nutrition Drawbacks

BACA JUGA: Peringati HAN Harus Jadi Momentum Penguatan Program Kesehatan

Daging sapi tinggi lemak, lemak jenuh dan kolesterol, sehingga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.

2. Potential Health Risks

Daging merah olahan dan tidak diproses bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam "Current Atherosclerosis Reports" pada bulan Desember 2012.

Studi lain, yang diterbitkan dalam "Archives of Internal Medicine" pada bulan April 2012, meneliti lebih dari 37.000 orang yang dilacak selama 22 tahun.

Para peneliti menemukan bahwa orang-orang dalam kelompok ini yang mengonsumsi lebih banyak daging merah lebih mungkin terkena kanker atau penyakit jantung.

Para peneliti mencatat bahwa jika peserta mengurangi konsumsi daging merah dan makan tidak lebih dari sekitar 1,5 ons setiap hari, maka hal tersebut mungkin akan mengurangi kematian lebih dari 9 persen untuk pria dan 7 persen untuk wanita.

3. Beef Safety Issues

Daging sapi bisa terkontaminasi dengan organisme yang menyebabkan penyakit bawaan makanan, termasuk salmonella, Escherichia coli, Listeria dan Staphylococcus aureus.

Menangani daging sapi dengan benar dan memasaknya secara menyeluruh bisa meminimalkan risiko ini.

Letakkan daging sapi beku ke dalam kulkas atau atau hangatkan dengan menggunakan microwave pada pengaturan suhu yang rendah dan jangan biarkan di atas meja.

Steak dan daging panggang harus dimasak hingga mencapai suhu akhir minimal 62 derajat celcius dan daging sapi atau daging sapi harus dimasak pada suhu 160 derajat.

4. Minimizing the Risks of Eating Beef

Konsumsilah bentuk protein lain lebih sering lagi, mungkin hanya mengonsumsi satu porsi atau 3 ons daging sapi setiap hari.

Bila Anda memiliki daging sapi, pilihlah salah satu potongan yang lebih ramping.

Lebih baik lagi, pertimbangkan untuk membeli daging sapi yang diberi makan rumput.

Sebuah artikel yang diterbitkan dalam "Mother Earth News" pada bulan Desember 2013 mencatat bahwa jenis daging sapi ini memiliki sedikit lemak dan mengandung lebih banyak lemak vitamin B, vitamin E, lutein, beta-karoten dan omega-3 dibandingkan dengan daging sapi yang diberi makan konvensional.(fny/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Berbagai Manfaat Matahari Bagi Kesehatan


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler