Inilah Hasil Penyelidikan Polisi Soal Pembunuhan Dua Perempuan di Asahan

Rabu, 12 Juli 2017 – 17:10 WIB
Kondisi korban saat ditemukan. Foto : metroasahan/JPG

jpnn.com, ASAHAN - Kepolisian Bandar Pulo masih terus mendalami dan menyelidiki peristiwa pembunuhan sadis di Desa Lobu Rappa Kecamatan Aek songsongan Kabupaten Asahan, Sumut, Selasa (11/7).

Kapolsek Bandar Pulo AKP M Surbakti mengatakan, pihaknya telah memintai keterangan saksi-saksi dan olah TKP.

BACA JUGA: Ngeri! Dua Perempuan Tewas Bersimbah Darah di Atas Ranjang

“Suami dari Klara yang tinggal tak jauh dari lokasi sudah kita amankan guna dimintai keterangan begitu juga dengan saksi- saksi lain, termasuk anak korban yang menemukan pertama kali.”

“Kedua korban sudah kita bawa ke rumah sakit di Siantar untuk autopsi. Mohon doanya agar kasus ini bisa terungkap dan pelaku bisa kita ringkus,” katanya seperti dilansir Metro Asahan (Jawa Pos Group) hari ini.

BACA JUGA: Gara-Gara Warisan,Tega Bunuh Saudara Kandung

Sementara itu, Parlin Sirait ditanyai mengaku, sebelum penemuan jasad korban, dirinya baru saja pulang pesta di kota Kisaran.

Mengaku takut tinggal sendirian di rumah mereka di komplek perumahan guru SD Negri Bandar Pasir Mandoge, dirinya langsung menyusul ibunya ke rumah korban Nursi.

BACA JUGA: Anak Lihat Ayahnya Terbunuh Saat Sedang Salat..

“Aku baru pulang pesta. Karena mamak ke sini, maka ku susul, takut aku tinggal di rumah sendiri. Mamak sudah tiga hari di sini, karena libur sekolah. Kalau mamak ke sini ya tidur tempat namboru (Nursi),” akunya santai.

Disinggung apakah selama ini ibunya ada bermasalah dengan orang lain, Parlin mengaku tidak ada. “Gak ada setahuku, mamakku orangnya baik. Sama kami juga gak ada ribut. Bapak sama mamak sudah pisah lima tahun lalu, tapi aku tahu gak ada masalah selama ini,” aku pria pengangguran ini.

“Selesai diautopsi, besok lah mamak langsung di kubur,” timpal Liston Manik, anak Sulung Nursi Sirait pada wartawan.

Rudi Marpaung, Kepala Dusun setempat ditanyai wartawan menyebut, selama ini, kedua korban diketahuinya tidak pernah bermasalah dengan warga.

“Bu Klara itu guru saya dulu di sini. Setahuku, karena cekcok sama suaminya lah dia minta pindah tugas. Orangnya baik, gitu juga Bu Nursi. Selama ini saya tahu gak ada masalah. Bu Klara dulu juga warga sini dan suaminya masih tinggal di sini. Kalau Bu Nursi anaknya 6 dan semua sudah merantau semua, kerjaannya ya bertani. Saya dapat laporan itu dari warga malam itu juga,” ucap Rudi.

Pengakuan senada disampaikan Sabariah boru Siregar, warga setempat. Menurut Sabariah, kedua korban dikenal sebagai wanita yang baik.

“Dia (Nursi) kakak saya, ada hubungan keluarga. Setahu saya, emas kak Klara yang disimpan dalam tas hilang, kreta (sepeda motor) Supra punya kak Klara dan sejumlah uang diduga hilang,” akunya.

Disinggung dari mana dia bisa mengetahui korban atas nama Klara kehilangan sejumlah barang yang disebutnya itu, wanita beranak 4 ini mengaku selama ini korban Klara sering memakai sejumlah emas berupa gelang, cincin dan begitu juga sepeda motor Supra BK 8052 VAD.

“Kakak itu ya naik supra setahuku. Dia kalo tidur biasanya masukkan emasnya ke dalam tas, gak pernah dipakai. Kakak itu setahu aku ya sering pake emas. Kuliat tadi dalam tas kak Klara cuma ada ATM Bank Sumut, BPKB dan STNK kretanya, SIM, KTP, dan surat surat emas,” akunya lagi. (ind)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pak Kepsek Dirampok, Belasan Guru Gagal Gajian


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler