Inilah Langkah Strategis Kementan Mengatasi Masalah Pangan

Minggu, 28 Januari 2024 – 13:21 WIB
Mentan Sapa Petani Penyuluh Pertanian (MSPP) volume 04, bertemakan Kebijakan dan Program Direktorat Jenderal Hortikultura 2024. Foto: tangkapan layar dokkementan

jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Pertanian terus melakukan langkah-langkah strategis menghadapi permasalahan pangan, untuk mendorong kemajuan pertanian Indonesia berbasis kesejahteraan petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa ekosistem pangan nasional bukan hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional saja.

BACA JUGA: Akselerasi Produksi Pangan Nasional, Mentan Amran Dorong Percepatan Tanam di Sumbawa

Namun, didorong juga untuk memenuhi kebutuhan pangan Asia Tenggara, bahkan dunia melalui ekspor setelah cadangan pangan pemerintah tercukupi.

"Salah satunya ialah komoditas strategis hortikultura," ujar Mentan Amran.

BACA JUGA: Indonesia Punya SDA Melimpah, Atikoh Ganjar Yakin Kedaulatan Pangan Terwujud

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa komoditas hortikultura merupakan komoditas pertanian yang paling diminati oleh petani-petani milenial.

Menurut para petani milenial, komoditas hortikultura menghasilkan keuntungan yang luar biasa dan memiliki potensi ekspor yang besar.

BACA JUGA: Serukan Swasembada Pangan, Mentan Mengajak Petani dan Penyuluh DIY Tingkatkan Produktivitas

“Saya beberapa kali cek ke lapangan, ternyata petani milenial itu banyak yang bermain di komoditas hortikultura," kata Dedi.

"Mereka bilang bahwa pertanian hortikultura mampu menghasilkan keuntungan yang besar dan peluang ekspornya juga ada. Selain itu, peran SDM untuk meningkatkan produksi harus ditingkatkan, karena salah satu kunci keberhasilan pembangunan pertanian adalah kualitas SDM yang mumpuni," imbuhnya.

Pada acara Mentan Sapa Petani Penyuluh Pertanian (MSPP) volume 04, bertemakan "Kebijakan dan Program Direktorat Jenderal Hortikultura Tahun 2024", Jumat (26/1), Direktur Perlindungan Hortikultura, Jekvy Hendra menjelaskan tentang arah kebijakan pembangunan hortikultura.

Di antaranya:

  • Meningkatkan daya saing hortikultura melalui peningkatan produksi
  • Produktivitas
  • Akses pasar
  • Peningkatan nilai tambah didukung sistem pertanian modern yang ramah lingkungan.

"Kegiatan utama Direktorat Jenderal Hortikultura di antaranya, yaitu Kampung Hortikultura, UMKM Hortikultura dan Jaminan Mutu, Produksi Benih Umbi Hortikultura dan Pengendalian OPT serta Penanganan Dampak Perubahan Iklim atau DPI," tuturnya.

Jekvy menambahkan bahwa langkah penumbuhan UMKM Hortikultura di antaranya memfasilitasi sarana dan prasarana pascapanen dan pengolahan, meningkatkan diversifikasi hasil olahan untuk meningkatkan nilai tambah hortikultura.

Selain ada juga kemitraan dengan stakeholder untuk penumbuhan UMKM hortikultura dan meningkatkan kapabilitas melalui bimbingan teknis serta promosi pemasaran produk olahan hortikultura.

Kampung Hortikultura sendiri merupakan Program Kementan yang bertujuan untuk membangun sektor pertanian yang lebih baik lagi.

“Ini bagian dari strategi pemerintah dalam upaya pengembangan kampung hortikultura," tutur Jekvy.

Program kampung hortikultura tak hanya bibit saja melainkan juga ada sarana dan prasarana pendukung lainnya yang dibagikan, seperti pupuk cair dan pupuk anorganik.

Hal itu untuk memudahkan para penerima bantuan, yaitu petani yang tergabung dalam kelompok tani (poktan) dalam pengembangan komoditas.

"Kami berharap program utama Ditjen Hortikultura Kementan di tahun 2024 ini dapat berlangsung dengan baik. Sehingga masyarakat sebagai penerima manfaat dari Program Direktorat Jenderal Hortikultura ini betul-betul merasakan dampaknya," ujar Jekvy.

"Terutama dalam peningkatan kesejahteraan mereka serta meningkatkan produksi dan produktivitas sektor pertanian," imbuhnya. (*/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler