Inilah Penjelasan tentang Aliran Sesat yang Tak Wajibkan Salat dan Baca Alquran

Senin, 07 Oktober 2019 – 06:17 WIB
Ilustrasi umat muslim di Riau. Foto : Riski Maruto/Antara Foto

jpnn.com, PEKANBARU - Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Riau mengimbau kepada masyarakat muslim agar waspada dengan adanya informasi penyebaran ajaran sesat tentang Islam di wilayah tersebut.

Aliran kepercayaan itu menyesatkan karena tidak mewajibkan salat wajib serta membaca Alquran.

BACA JUGA: Bongkar Makam Ayah, Bunuh Ibu Kandung, Cemburu? Ilmu Sesat?

"MUI sudah keluarkan fatwa 10 aliran sesat. Salah satunya ajaran Islam tapi tidak wajib shalat. Itu jelas menyimpang," kata Sekretaris MUI Riau Zulhusni Domo di Pekanbaru

Untuk itu, dia pun meminta kepada masyarakat agar lebih hati-hati apabila menerima ajaran menyimpang tersebut dan tidak sungkan melaporkan kepada pihak berwajib.

BACA JUGA: Waspada Imbauan Sesat saat Dirampok di ATM

Sebelumnya, Kota Pekanbaru dikejutkan dengan keberadaan adanya ajaran menyimpang. Aliran sesat itu bernama Ilmu Pelindung Kehidupan.

Penganutnya mengaku beragama Islam, tetapi mereka menyatakan diri tidak harus melakukan salat wajib dan membaca kitab suci Alquran.

BACA JUGA: MUI Riau: Waspadai Ajaran Sesat Ilmu Pelindung Kehidupan

Aliran sesat itu dilaporkan oleh masyarakat ke pemerintah. Saat ini intelijen Kejaksaan Negeri Pekanbaru yang tergabung dalam tim pengawasan aliran kepercayaan masyarakat dan aliran kepercayaan (Pakem) tengah melakukan penyelidikan.

Selain meminta masyarakat waspada, MUI Riau juga meminta kepada pihak terkait untuk melakukan penindakan.

Kemudian, MUI Riau juga dalam waktu dekat akan menyambangi tim Pakem untuk memberikan masukan dan mengambil langkah yang diperlukan.

Pada kesempatan terpisah, Ketua MUI Provinsi Riau Prof DR M Nazir Karim menjelaskan, terkait ini, perlu adanya pendalaman dan diteliti lebih lanjut.

"Kalau kita ada itu komisi yang meneliti soal itu, Komisi Fatwa serta Pengkajian dan Penelitian. Jadi nanti tim ini akan turun, tidak boleh kita hukum dulu. Karena nanti akan ada fatwanya," ujarnya.

Kalau memang menyimpang disebutkan Nazir, maka pihaknya akan secara tegas menyatakan menyimpang. Atau jika masih tergolong penyimpangan ringan, maka akan dilakukan upaya persuasif. Bisa dengan berdialog, atau dengan cara lainnya.

"Jadi begitu mekanisme yang biasa kita lakukan untuk menangani hal semacam itu," bebernya.

Nazir menyatakan, aliran-aliran terindikasi menyimpang yang kemungkinan ada di kota Pekanbaru, kebanyakan dibawa oleh pihak pendatang dari luar.

Untuk itu Nazir mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada sehingga tidak terpengaruh ajaran menyimpang tersebut.

"Jangan mempercayai orang-orang yang tidak kredibel dalam mengajarkan agama. Dia tidak ustaz, mubaligh, atau ulama yang dikenal, jangan mudah diterima," ujarnya.

Yang terpenting kata Nazir, yakni meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan.

"Belajarlah pada ustaz atau mubaligh yang memang diakui kesahihannya.Banyak yang ada di bawah IKADI, IKMI, MDI, Muhammadiyah, NU, banyak lembaga dakwah yang memang kita bina," paparnya. (antara/jpnn)

Deretan Menteri yang diusulkan Ma'ruf Amin:


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler