Inilah Proyeksi Kenaikan UMP se-Indonesia, Jakarta Tertinggi

Selasa, 01 November 2016 – 07:48 WIB
Buruh. Ilustrasi Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Seluruh gubernur wajib mengumumkan penetapan upah minimum provinsi (UMP) 2017 hari ini.

Terutama gubernur di 17 provinsi yang sebelumnya tidak menggunakan formula PP 78/2015 tentang Pengupahan sebagai acuan menetapkan UMP.

BACA JUGA: Fadli Zon Sarankan Jokowi Temui Massa Aksi Bela Islam II

Provinsi itu antara lain, Kalteng, Sulut, Sulteng, Maluku, Papua Barat, Sulbar, Bengkulu, Riau, DKI Jakarta, Kaltim, Sulsel, Kalimantan Utara, Lampung, Sultra, Maluku Utara, Sumsel, dan Papua.

Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sudah memperingatkan 17 provinsi tersebut untuk patuh terhadap PP 78.

BACA JUGA: Jokowi Bilang Kudanya Senyum, Prabowo Ngakak

Sampai kemarin (31/10), belum semua provinsi menyampaikan penetapan UMP 2017 ke pemerintah pusat.

Hanya beberapa daerah saja yang secara pasti menetapkan UMP dan melaporkannnya ke Kemenaker.

BACA JUGA: MUI Tak Akan Segan Sebut Ahok Penista Agama di Depan Jokowi

Salah satunya DKI Jakarta yang menetapkan UMP 2017 sebesar Rp 3,35 juta atau naik 8,25 persen dari sebelumnya, yakni Rp 3,1 juta.

Kasi Standardisasi Pengupahan Subdit Pengupahan Direktorat Pengupahan dan Jaminan Sosial (Jamsos) Kemenaker Juprianus Manurung menyatakan, sesuai ketentuan pengumuman penetapan UMP 2017 memang dilakukan 1 November.

Dengan begitu, belum semua data masuk ke Kemenaker. ”Tanggal 1 November (hari ini, Red) pengumumannya secara serentak,” paparnya, kemarin (31/10).

Sesuai proyeksi, DKI Jakarta dipastikan masih menjadi provinsi dengan UMP tertinggi tahun depan. Meski demikian, UMP itu bisa berada dibawah upah minimum kabupaten/kota (UMK) padat industri.

Berkaca tahun sebelumnya, daerah industri, seperti Sidoarjo, Gresik, Bekasi dan Surabaya menetapkan UMK lebih tinggi dibanding UMP provinsi bersangkutan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan, provinsi hanya wajib menetapkan UMP. Terkait UMK, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke gubernur.

Namun, dia memastikan upah minimum di seluruh daerah akan terus mengalami kenaikan selama menerapkan formula PP 78/2015.

Dalam PP tersebut upah minimum dikalkulasikan dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional. (tyo/sam/jpnn)

Proyeksi kenaikan 2017 (naik 8,25 persen)

Provinsi    UMP 2016      Proyeksi UMP 2017

Kepri    Rp 2.178.710        Rp 2.358.453

Kalbar     Rp 1.739.400        Rp 1.882.900

NTB        Rp 1.482.950        Rp 1.605.293

Sumbar    Rp 1.800.725        Rp 1.949.284

Jambi     Rp 1.906.650        Rp 2.063.948

Aceh     Rp 2.118.500        Rp 2.293.276

Kalsel    Rp 2.080.050        Rp 2.252.066

Banten    Rp 1.784.000         Rp 1.931.180

Gorontalo    Rp 1.875.000        Rp 2.029.687

NTT        Rp 1.425.000        Rp 1.542.562

Jabar    Rp 2.250.000        Rp 2.435.625

Bali        Rp 1.807.600        Rp 1.956.727

Sumut    Rp 1.811.875        Rp 1.961.354

Babel     Rp 2.341.500        Rp 2.534.673

Kalteng    Rp 2.057.558        Rp 2.227.306

Sulut    Rp 2.400.000        Rp 2.598.000

Sulteng    Rp 1.670.000        Rp 1.807.775

Maluku    Rp 1.775.000        Rp 1.921.437

Papua BaratRp 2.237.000        Rp 2.421.552

Sulbar    Rp 1.864.000        Rp 2.017.780

Bengkulu    Rp 1.605.000        Rp 1.737.412

Riau     Rp 2.095.000        Rp 2.267.837

DKI        Rp 3.100.000        Rp 3.355.750

Kaltim    Rp 2.161.253        Rp 2.339.556

Sulsel    Rp 2.250.000        Rp 2.435.625

Kaltara   Rp 2.175.340        Rp 2.354.805

Lampung    Rp 1.763.000        Rp 1.908.447

Sultra    Rp 1.850.000        Rp 2.002.625

Malut    Rp 1.681.266        Rp 1.819.970

Sumsel    Rp 2.206.000        Rp 2.387.995

Papua    Rp 2.435.000        Rp 2.635.887

 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mahasiswi Bagikan Bunga Mawar Dukung Dahlan Iskan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler