Inilah Seruan Ketua MPR di Forum Parlemen Dunia

Selasa, 05 Juni 2018 – 08:04 WIB
Ketua MPR Zulkifli Hasan di Forum Parlemen Dunia Untuk Pembangunan (International Forum for Developmentalism Parliamentalism) di Moscow Rusia, Senin (4/6). Foto: Humas MPR

jpnn.com, MOSCOW - Ketua MPR Zulkifli Hasan memimpin delegasi Indonesia menghadiri Forum Parlemen Dunia Untuk Pembangunan (International Forum for Developmentalism Parliamentalism) di Moscow Rusia, Senin (4/6).

Forum dunia ini dihadiri Pimpinan Parlemen dari seluruh dunia diantaranya Pimpinan Parlemen Rusia, Tiongkok, Australia Negara negara Amerika Latin, India dan Asia Selatan sampai Afrika Selatan, Kenya dan Negara negara Afrika lainnya

BACA JUGA: Zulhas Tanyakan Sumber THR & Gaji ke-13, SMI Bilang Begini

Dalam Pidatonya, Zulkifli Hasan menyerukan parlemen dunia untuk bersatu mendukung solidaritas kemanusiaan untuk Palestina

"Bangsa Indonesia mengajak negara negara di dunia untuk bersatu menyuarakan Solidaritas Kemanusiaan untuk Palestina. Ini adalah "Wake Up Call" agar tak ada lagi penjajahan di atas dunia," tegas pria asal Lampung ini

BACA JUGA: Mahyudin: Sampaikan Keindahan Islam pada Semua

Seperti diketahui Israel kembali menjadi sorotan setelah menembak perempuan petugas medis wanita Razan An Najar yang memicu kemarahan ummat Islam dunia

Selanjutnya Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Konstitusi Indonesia menegaskan tak ada lagi tempat untuk penjajahan di atas dunia

BACA JUGA: Mahyudin: Perlu Haluan Negara agar Pembangunan Lebih Terarah

"Bangsa Indonesia berdiri bersama bangsa Palestina mengecam penjajahan Israel. Dunia tak boleh lagi memberi ruang dan kesempatan untuk penjajahan suatu bangsa atas bangsa lain," ujarnya.

Zulkifli Hasan menegaskan pembelaan Indonesia pada kemanusiaan di isu isu internasional melampaui batas batas perbedaan politik, agama maupun pemihakan blok politik regional manapun.

"Atas nama kemanusiaan itulah, Indonesia percaya perlu adanya tata dunia baru yang lebih adil untuk seluruh bangsa. Dunia yang bebas diskriminasi, kesenjangan dan penindasan," tutupnya. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mahyudin: Puasa Membangun Persatuan dan Toleransi


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler