Mahyudin: Perlu Haluan Negara agar Pembangunan Lebih Terarah

Minggu, 03 Juni 2018 – 20:58 WIB
Wakil Ketua MPR RI Mahyudin saat Sosialisasi Empat Pilar kepada ratusan generasi muda di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (3/6). Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, SAMARINDA - Wakil Ketua MPR Mahyudin mengatakan tidak cocok menggunakan cara doktrin untuk sosialisasi empat Pilar MPR. Hal itu disampaikan Mahyudin saat Sosialisasi Empat Pilar di hadapan ratusan anak muda di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (3/6).

Mahyudin menuturkan untuk memasyarakatkan Pancasila, generasi muda perlu diajak dialog. “Perlu metoda yang humanis agar anak muda ikut mempunyai tanggung jawab terhadap bangsa dan negara," ujarnya.

BACA JUGA: Mahyudin: Puasa Membangun Persatuan dan Toleransi

Mahyudin mengatakan bila masyarakat paham dan sadar akan pentingnya Empat Pilar maka sosialisasi Pancasila tidak hanya menjadi tanggung jawab MPR namun menjadi tanggung jawab semua.

"Memahami Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika untuk merawat dan menjaga Indonesia," paparnya.

BACA JUGA: Ahmad Muzani: Belajarlah Pluralisme dari Orang Betawi

Menurut Mahyudin, sangat penting memberikan sosialisasi kepada anak muda. Selain mereka sebagai penerus bangsa, sifat anak muda seperti tak sabaran, jiwa muda, menjadi faktor mengapa sosialisasi diberikan kepada mereka.

"Hidup itu harus sabar karena semua tak ada yang instan,” paparnya sembari menambahkan, ”Semua harus berproses.”

BACA JUGA: Alasan Mahyudin, Mengapa Pancasila Perlu Disosialisasikan?

Sosialisasi Empat Pilar, menurut Mahyudin, merupakan amanat UU Nomor 17 Tahun 2014.

Tugas ini, menurut pria asal Kalimantan Timur itu penting apalagi setelah 20 tahun, perjalanan reformasi perlu dilakukan karena di masa reformasi bangsa ini tak memiliki haluan negara.

Akibatnya ketika presiden, gubernur, dan bupati beda partai politik membuat pembangunan antara pusat dan daerah tak nyambung.

“Sekarang pembangunan hanya berdasarkan visi dan misi presiden atau kepala daerah," ungkapnya.

Dari sini ada keinginan untuk menghidupkan kembali haluan negara seperti GBHN. "Dengan adanya haluan negara maka pembangunan lebih terarah dan tak dilakukan semaunya sendiri," papar politikus dari Partai Golkar itu.

Kesadaran masyarakat lainnya dalam mengevaluasi reformasi adalah keinginan kembali mengangkat nilai-nilai Pancasila. Dalam masa reformasi, lembaga BP7 dibubarkan, Penataran P4 dan PMP ditiadakan.

“Sekarang kita sadar hal yang demikian perlu," ungkapnya. Mahyudin menyebut pada masa Taufiq Kiemas sebagai Ketua MPR, lembaga ini menghidupkan kembali Pancasila lewat sosialisasi.

Sering disampaikan dalam sosialisasi bahwa bangsa ini adalah bangsa yang majemuk. Untuk itu dalam kegiatan yang dilaksanakan di MTsN Samarinda, Mahyudin menuturkan perbedaan itu ada agar saling kenal.

“Dengan perbedaan mari kita saling dukung bukan saling hujat dan fitnah,” tegasnya.

Untuk membentuk generasi muda harapan bangsa, menurut Mahyudin, selain sosialisasi, nilai-nilai agama juga wajib diberikan kepada mereka. Pendidikan agama harus diberikan secara kafah.

“Yang tergoda paham radikal adalah mereka yang sedikit memahami agama," ucapnya.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... HNW: Ketahanan Keluarga Penting untuk Menangkal Terorisme


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
MPR RI  

Terpopuler