Inilah Skenario Poros Pilpres 2019 yang Mungkin Muncul

Jumat, 28 Juli 2017 – 07:40 WIB
Prabowo Subianto bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Kab. Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/07/2017). Foto: Imam Husein/Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Prabowo Subianto bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono tadi malam di Cikeas. Namun, hal itu tidak menjamin Partai Demokrat dan Partai Gerindra akan berkoalisi pada Pilpres 2019.

Pertemuan itu setidaknya menjadi semacam penanda dimulainya persaingan menyongsong pilpres dan pileg serentak nanti.

BACA JUGA: Jika AHY Disandingkan dengan Prabowo, Lumbung Suara Jokowi Tergerus

Gosip, spekulasi, dan analisis tentang siapa berkoalisi dengan siapa akan terus bermunculan. (JP)

Berikut skenario poros pilpres yang mungkin muncul:

BACA JUGA: SBY: Pemegang Kekuasaan Jangan Sampai Melampaui Batas

Skenario Dua Poros

1. Poros Partai Pemerintah

BACA JUGA: Prabowo: Intelijen Pak SBY Masih Kuat

Capres: Joko Widodo

PDIP: 109 kursi

Golkar: 91 kursi

Nasdem : 35 kursi

Hanura: 16 kursi

PPP : 39 kursi

PKB : 47 kursi

PAN: 49 kursi

Total: 386 kursi atau 68,93 persen

2. Poros Partai Non Pemerintah

Capres: Prabowo Subianto

Gerindra: 73 kursi

PKS : 40 kursi

Demokrat : 61 kursi

Total: 174 kursi atau 31,07 persen

Skenario dua poros akan terjadi jika:

Gugatan presidential threshold 20-25 persen tidak dikabulkan MK.
Koalisi pemerintah bisa menjaga soliditas partai koalisinya.
Demokrat sepakat untuk bergabung dengan koalisi Gerindra-PKS yang sudah solid.

Skenario Tiga Poros

1. Poros Partai Pemerintah

Capres: Joko Widodo

PDIP: 109 kursi

Nasdem: 35 kursi

Hanura: 16 kursi

PPP: 39 kursi

PKB: 47 kursi

Total: 246 kursi atau 43,94 persen

2. Poros Partai Non Pemerintah Plus PAN

Capres: Prabowo Subianto

Gerindra: 73 kursi

PKS: 40 kursi

PAN: 49 kursi

Total: 162 kursi atau 28,94 persen

3. Poros Golkar-Demokrat

Capres: Agus Harimurti Yudhoyono

Golkar: 91 kursi

Demokrat: 61 kursi

Total: 152 kursi atau 27,12 persen

Skema tiga poros akan terjadi jika:

Gugatan presidential threshold tidak dikabulkan MK.
Koalisi pemerintah gagal menjaga soliditasnya. Nasib Setnov dalam kasus e-KTP dipercaya sejumlah pihak bisa mengubah sikap.

PAN benar-benar bercerai dengan koalisi pemerintah. Sampai saat ini, sinyal tersebut terus menguat.

Prabowo dan SBY melakukan strategi yang serupa dengan pilkada DKI Jakarta lalu, yakni memecah suara di putaran I. (far/c7/ang)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Seperti Ini Cara Prabowo Mengawal NKRI Tetap Tegak Berdiri


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler