Inilah yang Akan Dialami PDIP jika Megawati Ketum Lagi

Rabu, 01 April 2015 – 19:16 WIB
Megawati Soekarnoputri. Foto: Mustafa Ramli/dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA - PDI Perjuangan dinilai merugi dengan tetap mengusung Megawati Soekarnoputri untuk jadi ketua umum periode 2015-2020. Pasalnya, langkah itu akan semakin menyuburkan ketergantungan PDIP pada sosok Mega.

"Partai ini akan meledak tanpa kemampuan membangun konsensus ketika suatu saat Megawati sudah tidak mampu lagi mengurus partai," kata Direktur Cyrus Network, Hasan Nasbi di Jakarta, Rabu (1/4/2015).

BACA JUGA: Perkuat Larangan PNS Rapat di Hotel, Yuddy Keluarkan Aturan Lagi

Hal itu disampaikannya menanggapi hasil sensus yang dilakukan CSIS terhadap para pimpinan DPD dan DPC PDIP di seluruh Indonesia. Berdasarkan sensus itu, Megawati masih didukung sebagian besar pimpinan partai di daerah yang tak lain merupakan peserta kongres PDIP.

Menurut Hasan, para pemilik suara di PDIP sebenarnya sudah menyadari "bom waktu" yang muncul akibat minimnya regenerasi. Namun, di sisi lain mereka tak memiliki keberanian untuk melawan Megawati.

BACA JUGA: Disepakati, Hotel Nakal Kena Blacklist

"Pemilik suara di PDIP mulai rasional untuk melihat masa depan partai, namun takut bicara terbuka mengenai suksesi kepemimpinan," ucap Hasan.

Lebih lanjut Hasan menambahkan, Megawati sebenarnya bakal mendapat respon positif dari publik jika dia rela membuka ruang regenerasi. Hal itu sudah terbukti ketika Mega mempercayakan kursi calon presiden ke Joko Widodo pada pemilu lalu.

BACA JUGA: Mendagri: Kalau Situs Porno Jelas, Silakan Langsung Dihapus

"Padahal idealnya usia partai harus jauh lebih panjang dibanding usia individu-individu di dalamnya. Jika tidak dipersiapkan jauh-jauh hari partai ini rawan hancur karena tidak terbiasa mengelola kompetisi internal," ujarnya. (dil/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Situs Diblokir, Siap Melawan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler